close

Kesehatan

Hukum & KriminalKesehatanLayanan Publik

Tarik ulur Perwal Iklan Rokok antara Walikota Pekalongan dan Dewan

stop iklan rokok

Pekalongan Kota, Wartadesa. – Tarik ulur soal Peraturan Walikota Pekalongan tentang Iklan Rokok dalam Perwal No. 36/2011 yang diubah No 26/2018 antara Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) dan Walikota Pekalongan terus bergulir.

Dewan menginginkan agar perwal dikembalikan seperti semula, yakni iklan rokok dilarang, semertara Walikota Pekalongan menginginkan sebaliknya.

Mufid, Anggota Komisi B DPRD Kota Pekalongan, mengungkapkan bahwa gara-gara kran iklan rokok dibuka dengan perwal tersebut mengakibatkan anak-anak SD sudah mulai merokok. Bahkan pelajar putri juga sudah mengkonsumsi rokok elektronik. Hal demikian sungguh mengerikan, ungkap pria yang akrab dipanggil Mofid.

Baca:  pks-tolak-pencabutan-perwal-larangan-iklan-rokok 

Berbeda dengan anggota dewan, Walikota Pekalongan, Saelany Mahfudz mengatakan bahwa perwal larangan iklan rokok tidak mengurangi peredaran narkoba di Kota Pekalongan.  “Kita kurang apa di Kota Pekalongan, kota santri, pesantren banyak, pengajian luar biasa. Namun apa yang terjadi? Angka Narkoba luar biasa. Dari 10 jadi 8. Padahal kita punya Perda Rokok, Perwal Rokok, Tapi apa yang terjadi?” Ungkapnya dilansir dari Info Sekitar Pekalongan.

Menurut Saelany, dengan ditutupnya kran iklan rokok, kreatifitas anak-anak muda di Pekalongan tersumbat. “Kami mengamati, ada berbagai masalah yang ternyata kreativitas anak-anak muda kita tersumbat. Kegiatan yang selama ini kurang berkembang baik, karena kurangnya sponsor. Baik budaya maupun seni. Siapa yang mau jadi sponsor, 10 tahun kita tersumbat. Kita punya lapangan Sorogenen, yang dulu sebelum jadi taman, itu adalah untuk aktivitas olahraga anak muda kita, karena sudah jadi taman, akhirnya tidak ada aktivitas apapun. Kita punya kolam renang sudah rusak , padahal kreavitas-kreativitas anak muda kita lebih banyak dari renang. Belum kesenian belum budaya dan sebagainya sebagainya.” Lanjutnya.

Saelany menambahkan bahwa pemerintah kota perlu membuat saluran kreatifitas bagi anak-anak muda pekalongan. “Kalau semua tersumbat, saya menyadari betul, mereka menggandrungi yang namanya gadget, disinilah pusat narkoba, pornografi. Itu barangkali pemikiran awal kami, kreativitas anak muda, kesepian, budaya bisa disalurkan.” Ujarnya.

Saelany melanjutkan, “Katanya, narkoba pintunya adalah rokok, sudah ada Perda Rokok, Perwal Rokok, tapi apa yang terjadi? Kota Pekalongan ini gawat dalam masalah radikalisme, pemerintah perlu membuat saluran-saluran, ini pemikiran satu sisi dari saya selaku walikota, kalau itu memang betul-betul ranah kita selalu mumbet kreativitas anak muda.” Ungkapnya.

Saelany memandang bahwa tidak ada kota dimanapun yang mampu mendanai kegiatan kreativitas pemuda tanpa sponsor.  “Kecuali kita mampu mengganggarkan untuk anak-anak muda kita berkreativitas tidak masalah. Namun kita tidak tidak mampu, negara manapun, kota manapun tidak mampu mendanai kreativitas anak muda tanpa sponsor. Selama ini kita hanya pembangunan secara fisik, tetapi pembangunan secara mental perlu menjadi perhatian kita semua. Mungkin saya salah, tapi nyatanya demikian.” Pungkasnya.

Sebelumnya,  FPKS DPRD Kota Pekalongan menolak rencana pencabutan Peraturan Walikota No. 36 tahun 2011 tentang Larangan Iklan Rokok. Anggota Fraksi PKS DPRD Kota Pekalongan, Aji Suryo, mengatakan Fraksi PKS akan menolak terhadap rencana pencabutan Perwal tentang Larangan Iklan Rokok di daerah itu karena pendapatan iklan tidak sebanding dengan dampak buruk merokok. Kamis (29/03).

“Tentang rencana pencabutan Perwal itu, kami minta Wali Kota Pekalongan perlu mengkaji ulang wacana tersebut karena pertimbangan dicabutnya peraturan tersebut apakah hanya karena faktor pendapatan yang masuk ke daerah agar dapat lebih besar,” ujar Aji

Menurut Aji, pemasukan dari iklan rokok tidak sebanding dengan dampak buruk kebiasaan merokok. Dia meminta agar Walikota Pekalongan mengkaji ulang wacana pencabutan peraturan tersebut,  “Oleh karena itu, mohon dikaji ulang wacana mencabut Perwal itu. Kami sangat tidak mendukung ketika wacana tersebut disampaikan.” katanya.

Aji mengungkapkan bahwa pihaknya tidak ingin generasi muda Pekalongan terpapar rokok lebih dini, “Kami tidak ingin generasi ke depan bisa terpapar rokok lebih dini,” katanya.

Sementara itu Fraksi PPP malah mendukung pencabutan perwal tersebut, menurut Mabrur, Ketua Fraksi PPP, iklan rokok tidak berimplikasi langsung pada kesehatan warga,  “Iklan rokok tidak berimplikasi langsung terhadap kondisi kesehatan masyarakat. Apalagi di televisi juga sudah banyak iklan rokok, kita hentikan pun juga tidak ada pengaruhnya,” katanya.

Diketahui, Walikota Pekalongan, Saelany Machfudz menyampaikan wacana pencabutan Perwal tentang larangan iklan rokok, untuk meningkatkan pendapatan asli daerah dari perusahaan rokok.   (Sumber: Info Sekitar Pekalongan dan dari dokumentasi Wartadesa)

Terkait
Ditinggal mancing, motor digasak pencuri

Pemalang, Wartadesa. - Naas bagi M. Saefudin Zuhri bin Muharil (28), seorang buruh konveksi warga Desa Kendaldoyong Kecamatan Petarukan Kabupaten Read more

Modus rampas HP korban dengan pura-pura minta nomor kontak

Pemalang, Wartadesa. - Hati-hatilah dengan orang yang meminta nomor HP atau ponsel Anda, bisa jadi itu hanya modus untuk melakukan Read more

Rusak, Jalan Raya Ketitang-Sedayu dikeluhkan warga

Bojong, Wartadesa. - Kerusakan Jalan Raya Ketitang (Bojong) - Sedayu (Wonopronggo) dibeberapa titik dikeluhkan warga, musim penghujan menambah kondisi jalan Read more

Lagi, galian C didemo Warga

Karanganyar, Wartadesa. - Rabu ( 03/02) Ratusan warga Desa Kutosari Kecamatan Karanganyar Kabupaten Pekalongan mendatangi lokasi Galian C yang beradi Read more

selengkapnya
BencanaKesehatanLayanan PublikLingkungan

810 pengungsi masih tetap bertahan meski banjir rob mulai surut

rob jeruk sari

Tirto, Wartadesa. – Sebanyak 810 warga yang mengungsi akibat banjir rob di wilayah pesisir pantai utara Kabupaten Pekalongan masih bertahan di posko pengungsian, meski banjir rob berangsur-angsur surut. Ketinggian air berkisar antara 40 hingga 50 centimeter dari sebelumnya antara 100 hingga 150 centimeter.

Bertahannya warga di posko pengungsian tersebut dikarenakan rumah warga masih terendam rob.

Bambang Sujatmiko, Kepala BPBD Kabupaten Pekalongan mengungkapkan 810 pengungsi tersebut tersebar di Desa Jeruksari, Tegaldowo, Karangjompo Kecamatan Tirto dan Kelurahan Bener Wiradesa.

“Karena air dirumah-rumah warga lokasinya rendah sehingga air tidak bisa keluar,total pengungsi hari ini masih 810 jiwa yang tersebar di Jeruksari,Tegal Dowo,Karangjompo dan kelurahan Bener Kecamatan Wiradesa,” ujar Bambang, Senin (28/05).

Titik pengungsi tersebar di delapan lokasi meliputi tiga kecamatan, yakni Kecamatan Tirto, Kecamatan Wonokerto dan Kecamatan Wiradesa.

Alumni MUHI angkatan 1988 menyerahkan bantuan korban rob di Posko banjir rob Pencongan, Senin (27/05).

Informasi yang didapatkan Wartadesa, dapur umum di Kopindo mampu menyiapkan 800 porsi, sedang dapur umum MDMC di SMK Muhammadiyah Pencongan menangani konsumsi 800 porsi untuk warga Desa Pesanggrahan.

Diketahui, Posko Peduli Banjir Rob Muhammadiyah Pencongan  sehari sebelumnya, Senin (27/05) menerima bantuan dari alumni SMA Muhammadiyah 01 Pekalongan angkatan 1988 berupa 98 kg Beras, 6 dus mi instan,  3 dus air mineral.

“Warga yang berkenan membantu saudara-saudara kita terdampak rob bisa menyalurkan donasi melalui rekening  Bank BRI 006801036862507 atas nama Shofi Dhiya’ul Arif ,” tutur Fauzan Amin, salah seorang relawan Pemuda Muhammadiyah Pencongan. Senin (28/05).

Diperkirakan, banjir rob masih akan merendam wilayah tersebut hingga 2 Juni 2018 mendatang, berdasar data BMKG bahwa air pasang masih akan terjadi hingga tanggal 2 Juni mendatang.

Sementara itu penanganan  kesehatan para pengungsi ditangani oleh Dinas Kesehatan maupun Puskesmas selama 24 jam, petugas kesehatan juga melakukan kegiatan layanan keliling untuk membantu warga terhindar dari berbagai penyakit, dampak rob tersebut. (Eva Abdullah)

Terkait
59 rumah tersapu angin puting beliung di Bojongnangka Pemalang

Pemalang, Wartadesa. -  59 rumah di Desa Bojongnangka Kec/Kab. Pemalang, Jawa Tengah rusak ringan hingga parah akibat tersapu angin puting Read more

Gudang oven pabrik kayu lapis di Karanganyar ludes terbakar

Karanganyar, Wartadesa. - Gudang Oven Kayu Lapis PT Duta Albasy di Jalan Raya Kulu Asri, Desa Kulu Kecamatan Karanganyar Kab. Read more

Rusak, Jalan Raya Ketitang-Sedayu dikeluhkan warga

Bojong, Wartadesa. - Kerusakan Jalan Raya Ketitang (Bojong) - Sedayu (Wonopronggo) dibeberapa titik dikeluhkan warga, musim penghujan menambah kondisi jalan Read more

Lagi, galian C didemo Warga

Karanganyar, Wartadesa. - Rabu ( 03/02) Ratusan warga Desa Kutosari Kecamatan Karanganyar Kabupaten Pekalongan mendatangi lokasi Galian C yang beradi Read more

selengkapnya
BencanaKesehatanLayanan Publik

Asip: 2018 puncak rob Kabupaten Pekalongan

rob jeruksari

Tirto, Wartadesa. – Tahun 2018 sebagai puncak rob di Kabupaten Pekalongan. Ribuan rumah terendam banjir di wilayah langganan rob, seperti Desa Karangjompo, Jeruksari, Mulyorejo, Tegaldowo. Semuanya berada di Kecamatan Tirto. Adapun di Kecamatan Wonokerto meliputi, Desa Api-Api, Jambean, Tratebang, serta Wonokerto.

Bupati Pekalongan, Asip Kholbihi mengungkapkan bahwa tahun ini merupakan puncak rob di Kabupaten Pekalongan, demikian disampaikan saat mengunjungi  Desa Jeruksari, yang merupakan wilayah terparah terkena rob. Selasa (22/05).

“Tahun 2018 ini merupakan puncak dari rob yang terjadi sejak tahun 2008. Ketinggian signifikan dan angin besar. Banyak yang mengungsi dan kami langsung memberikan bantuan, baik air bersih, kesehatan, selimut, peralatan sekolah untuk anak-anak, logistik dan dapur umum,” ujar Asip.

“Selasa siang ini kami melakukan pantauan rob di beberapa lokasi, Wonokerto Wetan, Pecakaran dan Jeruksari. Sebagai titik rob di Kabupaten Pekalongan. Tapi yang paling parah adalah di Jeruksari ini, hampir semua penduduk tergenang rob cukup tinggi, hampir satu meter,” lanjut Asip.

Asip mengungkapkan bahwa pihaknya langsung melakukan respon cepat untuk melakukan pembangunan bendung darurat di Jeruksari. Karena  tanggul laut dari APBN, progresnya baru di Kota Pekalongan, dan belum masuk Kabupaten Pekalongan.

“Selain itu kami siapkan, logistik dan tas khusus untuk para pelajar agar buku-buku tidak terkena air. Kami juga akan melakukan penanganan khusus yaitu membendung muara sembari menunggu tanggul raksasa rampung dibangun,” kata Asip.

Hingga saat ini, tanggul raksasa penahan banjir rob  baru berjalan sekitar 5 persen, membuat Pemkab bergerak cepat guna menangani permasalahan yang melanda masyarakat di Jeruksari. Hari ini (Rabu, 23/05) akan dilakukan pembendungan muara.

“Rabu (23/5) akan kami mulai membendung muara sebagai tindakan emergensi untuk mengatasi banjir rob,” timpal Asip.

Sementara Kepala Desa Jeruksari Kuswanto menambahkan, bahwa hampir seluruh penduduk tergenang, dan rob paling parah ini sudah terjadi sejak 17 hari berturut-turut.  “Yang dibutuhkan warga sekarang ini adalah pangan karena mereka kesulitan memasak, dapur dan semua peralatan tenggelam oleh air rob. Jadi untuk dapur umum sangat dibutuhkan, agar lebih membantu warga, apalagi saat buka puasa dan sahur,” tambah Kuswanto.

Kuswanto menambahkan bahwa sekitar dua ribu KK terdampak rob dan 200 orang mengungsi. “Ada sekitar 2139 kepala keluarga di Jeruksari semuanya terdampak rob dan banjir, sedangkan yang berada di pengungsian berjumlah 200 orang,” lanjutnya.

Menurut Kuswanto, banjir rob di wilayahnya sudah terjadi sejak tahun 2008 lalu, “Banjir rob di Jeruksari sudah terjadi sejak 2008, namun dampak terparah terjadi di 2018 ini. Karena ketinggian air naik secara signifikan ditambah angin kencang,” tuturnya.

Nur Hayati, salah seorang warga setempat mengungkapkan bahwa banjir rob semakin tinggi ketika siang hari, “Ya keadaan seperti ini, semakin hari semakin parah, siang hari biasanya air semakin tinggi,” ujarnya. (Eva Abdullah)

 

 

Terkait
59 rumah tersapu angin puting beliung di Bojongnangka Pemalang

Pemalang, Wartadesa. -  59 rumah di Desa Bojongnangka Kec/Kab. Pemalang, Jawa Tengah rusak ringan hingga parah akibat tersapu angin puting Read more

Gudang oven pabrik kayu lapis di Karanganyar ludes terbakar

Karanganyar, Wartadesa. - Gudang Oven Kayu Lapis PT Duta Albasy di Jalan Raya Kulu Asri, Desa Kulu Kecamatan Karanganyar Kab. Read more

Rusak, Jalan Raya Ketitang-Sedayu dikeluhkan warga

Bojong, Wartadesa. - Kerusakan Jalan Raya Ketitang (Bojong) - Sedayu (Wonopronggo) dibeberapa titik dikeluhkan warga, musim penghujan menambah kondisi jalan Read more

Lagi, galian C didemo Warga

Karanganyar, Wartadesa. - Rabu ( 03/02) Ratusan warga Desa Kutosari Kecamatan Karanganyar Kabupaten Pekalongan mendatangi lokasi Galian C yang beradi Read more

selengkapnya
KesehatanLayanan PublikSosial Budaya

Diduga sakit menahun tak kunjung sembuh, kakek ini bunuh diri

kakek bunudiri1

Karanganyar, Wartadesa. – Diduga karena penyakit manahun yang tidak kunjung sembuh, seorang kakek yang berprofesi sebagai buruh bunuh diri. C (81) warga Dukuh Limbanganbarat Desa Limbangan Kecamatan Karanganyar ditemukan tewas gantung diri. Korban ditemukan di dalam kamar rumahnya, Selasa (8/5).

Dari hasil olah TKP dan keterangan dari beberapa saksi bahwa korban pertama kali ditemukan oleh cucu korban sendiri sekira pukul 05.30 WIB. Yakni bermula ketika Saiful Umur (10) yang tinggal dalam satu rumah mengantarkan minuman susu ke kamar korban, namun ketika membuka pintu yang tidak dikunci saksi melihat korban dalam keadaan tergantung dengan menggunakan tambang plastik warna hijau digantungkan dengan blandar dan ujungnya diikatkan di tempat tidur, korban naik kursi lipat yang ditaruh diatas kasur kemudian lehernya diikat dengan tali plastik tersebut.

Mengetahui korban gantung diri dan sudah tidak bernyawa, Saiful memanggil Sujono (40) yang tinggal masih satu rumah bersama korban. Atas kejadian itu Sujono kemudian melepaskan tali yang mengikat leher korban dan menurunkannya.

Dengan kejadian itu, selanjutnya anggota keluarga memberitahukan Kepala Desa, kemudian Kepala Desa melaporkan kejadian tersebut ke Polsek Karanganyar.

Kasubbag Humas Polres Pekalongan, IPTU Akrom,  membenarkan adanya warga Limbangan Karangayar yang gantung diri. Menurutnya, anggota yang mendapat laporan langsung menuju lokasi bersama tim identifikasi. Setelah melakukan Olah TKP menerangkan korban murni bunuh diri dan tidak ada tanda penganiayaan.

Dari hasil pemeriksaan yang dilakukan dari Puskesmas Karanganyar maupun keterangan Unit Reg Iden bahwa tidak ada tanda – tanda kekerasan. Adapun keluarga korban menerima atas kejadian musibah dan diterima dengan ihklas.

“Keluarga korban menerima dan tidak akan melakukan tuntutan kepada siapapun, selain itu keluarga meminta agar tidak dilakukan autopsi,” terang Akrom.

Dari keterangan keluarga korban yakni Sujono bahwa korban menderita penyakit menaun yaitu penyakit dompo di perut dan dimungkinkan karena penyakit yang tak kunjung sembuh ini, korban akhirnya nekat mengakhiri hidupnya. (Humas Pores Pekalongan)

Terkait
Terseret ombak di Pantai Kisik Wonokerto, dua anak meninggal

Tirto, Wartadesa. - Dua saudara sepupu terseret ombak di Pantai Kisik Wonokerto, Senin (01/01) sekitar pukul 11.35 WIB. Kedua bucah Read more

Gudang oven pabrik kayu lapis di Karanganyar ludes terbakar

Karanganyar, Wartadesa. - Gudang Oven Kayu Lapis PT Duta Albasy di Jalan Raya Kulu Asri, Desa Kulu Kecamatan Karanganyar Kab. Read more

Rusak, Jalan Raya Ketitang-Sedayu dikeluhkan warga

Bojong, Wartadesa. - Kerusakan Jalan Raya Ketitang (Bojong) - Sedayu (Wonopronggo) dibeberapa titik dikeluhkan warga, musim penghujan menambah kondisi jalan Read more

Lagi, galian C didemo Warga

Karanganyar, Wartadesa. - Rabu ( 03/02) Ratusan warga Desa Kutosari Kecamatan Karanganyar Kabupaten Pekalongan mendatangi lokasi Galian C yang beradi Read more

selengkapnya
KesehatanLayanan Publik

500 balita di Kabupaten Pekalongan kekurangan gizi

munafah

Kajen, Wartadesa. – Sekitar 500 balita di 19 kecamatan se Kabupaten Pekalongan mengalami kekurangan gizi. Hal tersebut mendorong pemerintah setempat mencanangkan program pengentasan balita gizi kurang. Program dilakukan dengan cara penyuluhan ‘Pola Asuh dan Nutrisi untuk Anak Sehat dan Cerdas’ dengan melibatkan 300 relawan kesehatan di Kabupaten Pekalongan.

“Data Dinas Kesehatan menunjukkan dari 500 anak yang mendapatkan Nutrilite Little Bits. Alhamdulillah, terdapat 436 anak yang mengalami peningkatan perbaikan gizi.” terang  Munafah, Ketua Gema Setia sekaligus Ketua Tim Pengerak PKK Kabupaten Pekalongan, Senin (07/05).

Munafah menambahkan bahwa pihaknya menggandeng sebuah yayasan untuk melakukan monitoring, evaluasi dan penyuluhan gizi.

Menurut Munafah, pencegahan dan penanganan gizi buruk pada balita tidak bisa dilakukan Pemerintah atau PKK sendirian, namun, memerlukan keterlibatan semua pihak, oleh karena itu, beliau mengajak seluruh elemen masyarakat, relawan dan seluruh stakeholder terkait untuk keroyok bersama-sama agar gizi kurang menjadi 0%.

Sementara itu, ahli gizi, Rita Ramayulis DCN MKes mengatakan, kurangnya pengetahuan orang tua tentang pentingnya gizi seimbang untuk anak diawal pertumbuhan mereka bisa mengakibatkan anak-anak mengalami hambatan dalam pertumbuhannya bahkan menjadi obesitas.

“Gizi ibu yang tidak optimal juga menjadi salah satu penyebab masalah kurang gizi pada balita. Oleh karena itu, setiap ibu harus selalu mengonsumsi makanan yang seimbang,” jelas Rita.

Rita merasa terharu bertemu langsung dengan ibu-ibu yang mempunyai anak balita gizi kurang. “Semangat ya bu, Anak itu rezeki yang tidak terhingga dari Maha Pencipta. Berilah dia cinta,” ucap Rita.

Rita mengajak para ibu untuk mengasuh anak dengan pola yang baik,  “Asuh anak dengan pola yang baik, beri anak makanan yang sesuai dengan umurnya, terapkan hidup bersih dikeluarga ibu, beri anak stimulasi dengan selalu mengajaknya berbicara dan bermain melibatkan gerak dan pikirannya, serta beri anak cinta. Jadikan anak selalu nyaman ketika berada di dekat ibu,” jelas Rita. (Eva Abdullah)

Terkait
Rusak, Jalan Raya Ketitang-Sedayu dikeluhkan warga

Bojong, Wartadesa. - Kerusakan Jalan Raya Ketitang (Bojong) - Sedayu (Wonopronggo) dibeberapa titik dikeluhkan warga, musim penghujan menambah kondisi jalan Read more

Lagi, galian C didemo Warga

Karanganyar, Wartadesa. - Rabu ( 03/02) Ratusan warga Desa Kutosari Kecamatan Karanganyar Kabupaten Pekalongan mendatangi lokasi Galian C yang beradi Read more

Ombudsman apresiasi Polres Batang bentuk tim khusus tangani kasus pembunuhan Haniyah

Batang, Wartadesa. - Polres Batang Jawa Tengah menegaskan komitmennya untuk menangani kasus pembunuhan yang menewaskan Haniyah (35), warga Desa Gapuro Read more

Warga Gondang pertanyakan hasil pajak parkir pasar

Pemalang, Wartadesa. - 50 pemuda Desa Gondang Kecamatan Taman Kabupaten Pemalang, Jawa Tengah mempertanyakan hasil pajak parkir pasar desa. Mereka Read more

selengkapnya
Hukum & KriminalKesehatanLayanan PublikSosial Budaya

Tak punya IPAL, usaha pencucian jins bakal tak diberi ijin

ijin pencucian jins

Kajen, Wartadesa. – Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Pekalongan meminta agar usaha pencucian jins yang belum memiliki Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL) untuk tidak diterbitkan ijin usahanya. Demikian disampaikan oleh Ketua Komisi C, Heri Triyono Sabdo dalam audiensi dengan warga Desa Karangsari Kecamatan Bojong di ruang rapat dewan. Senin (23/04).

“Jika belum ada IPAL, jangan dikasih izinnya. Sebelum izin keluar kan ada kajian di lapangan terlebih dahulu,” ujar Heri menjawab tuntutan warga.

Permasalahan limbah di Desa Karangsari Kecamatan Bojong Kabupaten Pekalongan merupakan permasalahan lama yang tidak juga terselesaikan. Terkait dengan hal tersebut dewan berharap agar permasalahan tersebut segera terselesaikan dan tidak berlarut-larut.

Aduan masyarakat ini sebenarnya persoalan lama yang belum terselesaikan. Banyak faktornya. Pada siang hari ini ingin diselesaikan agar tidak berlarut-larut. Dengan ketidakhadiran warga, jadi tak berdaya karena kita tidak tahu apa yang akan mereka sampaikan. Lanjut Heri.

Menurut Heri harus ada itikad baik dari pemilik usaha pencucian jins dengan membangun IPAL, agar ijin usahanya tidak dicabut.

Herri mengungkapkan, banyak usaha jins wash di Kabupaten Pekalongan, seperti di Tirto, Kedungwuni, Bojong, dan Wonopringgo, belum memiliki IPAL standar. Sehingga, limbah usaha jins wash tersebut larinya ke sungai. Oleh karena itu, untuk mengantisipasi permasalahan yang mungkin muncul, ia meminta eksekutif untuk lebih ketat dalam mengeluarkan izin usaha tersebut.

“Agar tidak ada permasalahan, sebelum ada IPAL yang standar, jangan diizinkan dulu. Saya juga akan undang Pak Edi (Kepala Dinas Perizinan). Jika izin dikeluarkan dan IPAL belum ada, maka akan terjadi permasalahan-permasalahan berikutnya. Ini kan repot. Untuk antisipasi permasalahan, yang belum memiliki IPAL, izinnya dicabut dulu, dan yang belum berizin untuk ditutup,” tandas Heri.

Perwakilan Dinas Perkim dan LH Pratomo mengatakan, Dinas Perkim dan LH, pihak kecamatan, dan Satpol PP sudah turun ke lapangan untuk menindaklanjuti keluhan masyarakat Desa Karangsari. Menurutnya, di Desa Babalan dan Karangsari ada lima usaha jins wash yang sudah mengantongi izin, namun IPAL belum memenuhi persyaratan.

“IPAL belum memenuhi syarat, makanya kami beri teguran pertama. Isinya agar pengusaha segera membangun IPAL,” terang Pratomo. (Eva Abdullah)

Terkait
Terseret ombak di Pantai Kisik Wonokerto, dua anak meninggal

Tirto, Wartadesa. - Dua saudara sepupu terseret ombak di Pantai Kisik Wonokerto, Senin (01/01) sekitar pukul 11.35 WIB. Kedua bucah Read more

Ditinggal mancing, motor digasak pencuri

Pemalang, Wartadesa. - Naas bagi M. Saefudin Zuhri bin Muharil (28), seorang buruh konveksi warga Desa Kendaldoyong Kecamatan Petarukan Kabupaten Read more

Modus rampas HP korban dengan pura-pura minta nomor kontak

Pemalang, Wartadesa. - Hati-hatilah dengan orang yang meminta nomor HP atau ponsel Anda, bisa jadi itu hanya modus untuk melakukan Read more

Gudang oven pabrik kayu lapis di Karanganyar ludes terbakar

Karanganyar, Wartadesa. - Gudang Oven Kayu Lapis PT Duta Albasy di Jalan Raya Kulu Asri, Desa Kulu Kecamatan Karanganyar Kab. Read more

selengkapnya
EkonomiKesehatan

Nanas Madu Belik, beragam manfaat dari daging buah hingga limbah kulitnya

sampo nanas

Pemalang, Wartadesa. – Kecamatan Belik Kabupaten Pemalang dikenal sebagai penghasil nanas madu. Beragam manfaat nanas yang bentuknya lebih kecil dari ukuran buah nanas biasanya ini, dapat kita nikmati. Dari daging buah hingga limbah kulit nanas madu.

Warga bisa mendapatkan nanas madu di sepanjang Jalan Raya Purwokerto-Pemalang. Biasanya warga Desa Beluk Kecamatan Belik menjual buah nanas madu dengan menggelar lapak di sepanjang jalan. Selain itu, beragam produk olahan nanas madu dapat dinikmati seperti minuman sari nanas, selai hingga shampoo dari limbah buah nanas.

Lapak Nanas Madu. Penjual nanas madu di sepanjang Jalan Raya Purwokerto-Pemalang menjajakan produk unggulan desa, nanas madu. Foto: Suara Warga Belik

Watini, warga Desa Beluk yang selama 20 tahun berjualan nanas madu di pinggir Jalan Raya Purwokerto-Pemalang mengungkapkan bahwa nanas madu khas Beluk, lebih segar dan manis dibandingkan dengan lainnya, walaupun memiliki ukuran lebih kecil ini justru lebih di sukai oleh masyarakat karena mempunyai rasa yang manis.

Watini mengaku tiap hari bisa menjual 100 buah nanas. Yang membedakan nanas madu Beluk dengan nanas madu lainnya adalah bentuknya yang bulat dan kecil, dan memiliki rasa yang lebih manis ketimbang nanas lainnya.

Nanas madu ini menjadi buah tangan warga yang melewati bilangan Belik, mengingat beragam manfaat, seperti,  melancarkan pencernaan, mencegah kanker payudara,  mengurangi nyeri haid,  mengontrol kolesterol dalam tubuh, memperkuat tulang,  mencegah dan meringankan batuk pilek,  dan mengontrol gula darah atau diabetes.

Terkait
Gunakan gas bersubsidi, Hotel ini kena sidak

Pemalang, Wartadesa. - Hotel Panorama Randudongkal Kabupaten Pemalang, Jawa Tengah kedapatan menggunakan tabung gas elpiji bersubsidi ukuran tiga kilogram, alias Read more

Harga lombok di pasar tradisional Pekalongan tembus 40 ribu

Pekalongan Kota, Wartadesa. - Harga lombok atau cabai di Kota Pekalongan dan sekitarnya tembus higga Rp. 32 ribu perkilogram, bahkan Read more

Warga Gondang pertanyakan hasil pajak parkir pasar

Pemalang, Wartadesa. - 50 pemuda Desa Gondang Kecamatan Taman Kabupaten Pemalang, Jawa Tengah mempertanyakan hasil pajak parkir pasar desa. Mereka Read more

Dua cucian jins di Pegaden Tengah ditutup Satpol PP

Wonopringgo, Wartadesa. - Dua tempat pencucian jins di Desa Pegaden Tengah Kecamatan Wonopringgo Kabupaten Pekalongan ditutup oleh Satpol PP, hari Read more

selengkapnya
KesehatanLayanan Publik

Sembilan kelurahan di Pekalongan endemis DBD

ilustrasi dbd

Pekalongan Kota, Wartadesa. – Sembilan kelurahan di wilayah Kota Pekalongan endemis Demam Berdarah Dengeu (DBD). Wilayah tersebut dinyatakan endimis karena tiga tahun berturut-turut ditemukan penderita DBD. Demikian disampaikan Kepala Bidan Pencegahan Penyakit Dinas Kesehatan Kota Pekalongan, dokter Tuti Widayanti beberapa waktu lalu.

Dari data selama tiga tahun berturut-turut selalu ditemukan, yakni pada tahun 2015, 2016 dan tahun 2017, sehingga sembilan kelurahan yang dinyatakan sebagai endemis penyakit demam berdarah.

Kesembilan kelurahan tersebut meliputi, Podosugih, Medono, Sapuro Kebulen, Tirto, Pringlangu, Landungsari, Pabean, Yosorejo, dan Kertoharjo. “Wilayah-wilayah itu dikatakan endemis karena selama tiga tahun berturut-turut selalu ditemukan kasus demam berdarah,” ujar Tuti Widayanti.

Tuti menambahkan, hingga April 2018 ini ditemukan 15 kasus DBD di sembilan wilayah endemik.

Selain upaya melakukan fogging (penyemprotan) massal, masyarakat di daerah endemik harus terus menggalakkan program pemberantasan sarang nyamuk atau PSN, agar terbebas dari bahaya penyakit yang mematikan tersebut.

Namun Tuti kembali menegaskan, fogging hanya berfungsi untuk memutus rantai penyebaran DBD pada suatu lokasi di rentang waktu tertentu. Fogging hanya membunuh nyamuk dewasa. Jika tidak disertai dengan pemberantasan sarang nyamuk (PSN) oleh masyarakat setempat, maka dalam tempo satu minggu setelah fogging akan kembali muncul jentik-jentik nyamuk yang bisa menyebarkan penyakit DBD.

“Maka kesadaran masyarakat untuk melakukan PSN sangat diperlukan. Setidaknya, PSN dilakukan seminggu sekali agar tidak ada jentik nyamuk yang menularkan penyakit DBD,” tandas Tuti. (Eva Abdullah)

Terkait
Rusak, Jalan Raya Ketitang-Sedayu dikeluhkan warga

Bojong, Wartadesa. - Kerusakan Jalan Raya Ketitang (Bojong) - Sedayu (Wonopronggo) dibeberapa titik dikeluhkan warga, musim penghujan menambah kondisi jalan Read more

Lagi, galian C didemo Warga

Karanganyar, Wartadesa. - Rabu ( 03/02) Ratusan warga Desa Kutosari Kecamatan Karanganyar Kabupaten Pekalongan mendatangi lokasi Galian C yang beradi Read more

Ombudsman apresiasi Polres Batang bentuk tim khusus tangani kasus pembunuhan Haniyah

Batang, Wartadesa. - Polres Batang Jawa Tengah menegaskan komitmennya untuk menangani kasus pembunuhan yang menewaskan Haniyah (35), warga Desa Gapuro Read more

Warga Gondang pertanyakan hasil pajak parkir pasar

Pemalang, Wartadesa. - 50 pemuda Desa Gondang Kecamatan Taman Kabupaten Pemalang, Jawa Tengah mempertanyakan hasil pajak parkir pasar desa. Mereka Read more

selengkapnya
Dana DesaEkonomiKesehatanLayanan Publik

Pemalang masuk dalam 100 desa prioritas penanganan gizi buruk stunting

ilusttasi-stunting

Pemalang, Wartadesa. – Kabupaten Pemalang masuk dalam 100 desa dari 10 kabupaten prioritas penanganan stunting (gizi buruk yang menyebabkan balita pendek –kuciten Jawa). Hal tersebut terungkap dalam laman departemen kesehatan yang merupakan pemaparan dari Kementerian Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan pada Desember tahun lalu.

Stunting adalah masalah gizi kronis yang disebabkan oleh asupan gizi yang kurang dalam waktu lama, umumnya karena asupan makan yang tidak sesuai kebutuhan gizi. Stunting terjadi mulai dari dalam kandungan dan baru terlihat saat anak berusia dua tahun.

Masuknya Kabupaten Pemalang dalam kawasan prioritas stunting tersebut berasal dari jumlah balita stunting, prevalensi stunting (persentase jumlah balita pendek dan sangat pendek)  dan tingkat kemiskinan pada sensus nasional BPS tahun 2013.

Kabupaten Pemalang dan Brebes masuk dalam kawasan prioritas penanganan gizi buruk stunting. Data dari laman Depkes RI

Tercatat 57.37 jiwa balita di Pemalang menderita stunting, sedang Brebes menduduki posisi tertinggi di Jawa Tengah dengan 69.201 jiwa balita penderita stunting.

Untuk menganani gizi buruk stunting di wilayah Pemalang, pemerintah menggelontorkan dana sebesar Rp. 8,8 milyar dari anggaran DD/APBN.

Alokasi DD/APBN penanganan gizi buruk stunting di Kabupaten Pemalang.

Kasus Stunting di Batang dan Pekalongan

Sementara itu, Menteri Kesehatan Nila F. Moeloek mengatakan kasus gizi buruk masih ditemui di Kabupaten Batang, Jawa Tengah. Ada 8,8 persen balita kurus yang tercatat dalam Data Pemantauan Status Gizi (PSG) Kabupaten Batang pada 2016. Jumlah itu setara dengan 936 dari total 60.341 balita di daerah itu.

Untuk daerah Jawa Tengah, terdapat 9,6 persen balita yang berada pada kategori kurus. “Keadaan di Kabupaten Batang saat ini memang ada perbaikan, tapi masih ada catatan, masih ada anak yang kurang gizi,” kata Nila dalam keterangan tertulis, Senin, 9 Januari 2017.

Di Kabupaten Pekalongan, jumlah penderita stunting masih menyisakan 53 anak pada tahun 2018 ini setelah dilakukan penanganan oleh pemda setempat.

“53 anak itu kita tangani secara serius. Mulai dari memberikan bantuan-bantuan, termasuk bantuan pemerintah. Dengan intensif, maka Zero Gizi Buruk, tahun depan diharapkan dapat tercapai secara baik,” ujar Bupati Pekalongan beberapa waktu lalu.

Di Kota Pekalongan, jumlah balita penderita gizi buruk stunting tercatat 31 balita pada 2017, sedang pada tahun 2018 ini masih tersisa 13 balita.

Kepala Dinas Kesehatan Kota Pekalongan, Slamet Budiyanto mengatakan pada 2017 lalu, ada 31 balita yang mengalami gizi buruk. Tapi setelah dilakukan penanganan, berkurang menjadi 13 balita. Mereka masih dalam masa pemulihan dan pengawasan ketat dari pemerintah.

Menurut Slamet, dalam satu bulan, para penderita gizi buruk ini mendapatkan penanganan dan konsultasi di rumah singgah gizi yang didirikan dinas kesehatan. Slamet mengatakan, penanganan masalah gizi buruk ini memang tidak mudah.

Pemerintah melalui Kementerian pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) menggelontrokan anggaran Rp 55 miliar untuk pengurangan angka stunting atau penderita kurang gizi kronis.

Anggaran tersebut digelontorkan untuk mendukung pengurangan stunting di sepuluh kabupaten prioritas, seperti; Riau, Lampung Tengah, Cianjur, Pemalang dan Brebes. Dirjen Cipta Karya, Sri Hartoyo mengatakan, anggaran tersebut digunakan untuk dua keperluan.

Pertama, sebesar Rp 30 miliar untuk program air limbah pedesaan. Sedangkan kedua sebesar Rp 25 miliar, digunakan untuk penyediaan air minum dan sanitas berbasis masyarakat. sri mengatakan, pembangunan sarana tersebut dilakukan untuk menciptakan lingkungan sehat.

Asal tahu saja, stunting merupakan kondisi kekurangan gizi kronis yang ditandai dengan gagal tumbuh, gagal kembang dan gangguan metabolisme pada anak balita. Kondisi stunting antara lain disebabkan kondisi lingkungan yang tidak sehat. (Eva Abdullah, dari berbagai sumber)

Terkait
Rusak, Jalan Raya Ketitang-Sedayu dikeluhkan warga

Bojong, Wartadesa. - Kerusakan Jalan Raya Ketitang (Bojong) - Sedayu (Wonopronggo) dibeberapa titik dikeluhkan warga, musim penghujan menambah kondisi jalan Read more

Lagi, galian C didemo Warga

Karanganyar, Wartadesa. - Rabu ( 03/02) Ratusan warga Desa Kutosari Kecamatan Karanganyar Kabupaten Pekalongan mendatangi lokasi Galian C yang beradi Read more

Gunakan gas bersubsidi, Hotel ini kena sidak

Pemalang, Wartadesa. - Hotel Panorama Randudongkal Kabupaten Pemalang, Jawa Tengah kedapatan menggunakan tabung gas elpiji bersubsidi ukuran tiga kilogram, alias Read more

Harga lombok di pasar tradisional Pekalongan tembus 40 ribu

Pekalongan Kota, Wartadesa. - Harga lombok atau cabai di Kota Pekalongan dan sekitarnya tembus higga Rp. 32 ribu perkilogram, bahkan Read more

selengkapnya
Kesehatan

116 dari 417 kasus HIV di Pemalang, meninggal

ilustrasi hiv aids

Pemalang, Wartadesa. – 116 dari 417 penderita HIV/AIDS di Pemalang meninggal. Data tersebut merupakan data tahun 2017. Demikan disampaikan oleh anggota Komisi D DPRD Kabupaten Pemalang, M. Safi’i.

Menurut Safi’i, berdasarkan data sekarang angka kasus HIV AIDS naik yaitu ada 417 kasus di tahun ini. Dari angka itu 116 kasus di antaranya yang meninggal dunia sesuai data tahun 2017.

Safi’i mengaku prihatin dengan kondisi tersebut, “Bahkan sangat mencengangkan jika dilihat pada data yang ada, justru yang paling banyak terkena HIV AIDS adalah ibu-ibu rumah tangga. Karena akibat ketularan oleh kaum bapak-bapaknya,” ujarnya.

Korban utama dari HIV/AIDS ini merupakan kaum perempuan yang diakibatkan oleh ulah para suami mereka yang membeli jasa seks sembarangan.

Safi’i merekomendasikan agar persoalan tingginya kasus HIV/AIDS di Pemalang segera ditangani dan dilakukan sosialisasi kepada masyarakat, dampak buruk HIV/AIDS.

Selain tingginya angka kasus HIV/AIDS, di Pemalang kasus TB masih tinggi, yakni 121 kasus per 100 ribu penduduk atau 1.500 kasus di Kabupaten Pemalang,   “Kita ini benar-benar sedang galau, karena penyakit di tempat kami masih tinggi yaitu ada 121 kasus per 100 ribu penduduk. Artinya di Kabupaten Pemalang kurang lebih ada sekitar 1.500 kasus TB,” lanjut Safi’i.

Namun, menurut Safi’i, penanganan kasus TB di Pemalang cukup bagus, hingga mencapai 94 persen dan menjadikan kesembuhan. Penyakit TB ini adalah penyakit yang cukup berbahaya dan menular akan tetapi mudah penyembuhannya, asal penderitanya tertib berobat dan mau mengikuti anjuran dokter. (Eva Abdullah)

Terkait
Dua cucian jins di Pegaden Tengah ditutup Satpol PP

Wonopringgo, Wartadesa. - Dua tempat pencucian jins di Desa Pegaden Tengah Kecamatan Wonopringgo Kabupaten Pekalongan ditutup oleh Satpol PP, hari Read more

Puskesmas tak jadi naik 400 persen, ditunda Bupati Pekalongan

Kajen, Wartadesa. - Kenaikan tarif pelayanan Puskesmas di Kabupaten Pekalongan sebesar 400 persen sejak tanggal 1 Februari 2018, mulai hari Read more

Masuk 10 besar wilayah rawan narkoba Jateng, Saelany akan bentuk BNNK

Pekalongan Kota, Wartadesa. - Tingginya kasus pelanggaran kasus narkoba di Kota Pekalongan, membuat wilayah ini masuk dalam 10 besar wilayah Read more

Pekalongan ‘darurat’ gizi buruk

Pekalongan Kota, Wartadesa. - Kota Pekalongan 'darurat' gizi buruk, setidaknya 13 balita di Kota Batik menderita gizi buruk dengan penyakit Read more

selengkapnya