close
Dana-Soekarno

Pemalang, Wartadesa. – Dana Soekarno atau Swissindo yang digalang oleh warga Desa Wonogiri  Kecamatan Ampelgading Kabupaten Pemalang, menurut Kapolsek Ampelgading bohong belaka, demikian diungkapkan Rabu (8/11).

Kapolsek mengungkapkan hal tersebut setelah mendengar laporan dari Bhabinkamtibmas Desa Wonogiri tentang aktivitas beberapa orang yang mengajak warga Wonogiri untuk ikut menjadi peserta dana Sukarno.

Salah satu orang yang mengajak warga untuk menjadi peserta dana Sukarno adalah Sofyan (73). Menurut Bhabinkamtibmas Desa Wonogiri, Sofyan mengaku ditunjuk sebagai pengurus Dana Sukarno untuk wilayah kecamatan Ampelgading.

“Pada tanggal 16 Oktober 2016 secara langsung saya ikut pertemuan pengikut Dana Soekarno yang digelar di Monas,” ujar Sofyan.

Ia juga menuturkan bahwa masyarakat yang ingin menjadi peserta akan mendapatkan uang amanah sebesar USD 1.200 atau sekitar Rp. 15,6 juta , bila kurs rupiah Rp. 13 ribu per satu dolar Amerika (USD).

“Uang tersebut akan ditransfer langsung ke rekening peserta dari Bank Swissindo International karena dana tersebut bertujuan untuk mensejahterahkan masyarakat Indonesia,” tambahnya.

Pada hari Rabu (8/11/2017), Sofyan dan 3 temannya, Tarono (70), Moh Akrom (41), dan Bambang (54), mendatangi Polsek Ampelgading dan mengaku sebagai pengurus Dana Soekarno.

Namun saat ditanya tentang identitas pengurus pusat yang bertanggungjawab, waktu pencairan dana serta dasar hukum dari kegiatan tersebut mereka tidak bisa menjawab dan terkesan kebingungan.

“Kami minta kalian berfikir positif dan jangan mudah tergiur dengan janji palsu yang tidak jelas kebenarannya, apalagi kalian berusaha mengajak masyarakat lain untuk ikut menjadi peserta,” kata Kapolsek Ampelgading kepada empat orang yang mengaku sebagai pengurus dana Soekarno.

“Kami menghimbau agar mulai saat ini bapak-bapak sekalian tidak mengadakan kegiatan mengumpulkan dan mengajak masyarakat untuk menjadi peserta, itu akan menimbulkan keresahan karena dana itu tidak benar adanya,” tambah kapolsek.

Kapolsek juga menegaskan apabila hal itu tetap dilakukan di wilayah Ampelgading dan menimbulkan keresahan pihaknya akan menindak dan memproses hukum mereka.

“Masyarakat tidak boleh diiming-imingi dengan janji palsu yang menggiurkan. Jika ingin mendapatkan uang haruslah bekerja dan dana amanah Soekarna dari bank Swissindo itu bohong. Marilah kita ciptakan bersama suasana yang kondusif dengan berfikir positif serta bekerja dan berusaha,” pungkas Kapolsek. (Humas Polres Pemalang)

Terkait

[caption id="attachment_1300" align="aligncenter" width="768"] Polsek Sragi membantu mengatur lalu lintas di depan SMA Negeri 1 Sragi, Jum'at (14/10). Foto : Read more

Warga terdampak tol mulai pindah

[caption id="attachment_1331" align="aligncenter" width="768"] Warga terdampak tol di desa Bulakpelem, Sragi ini mulai membongkar rumahnya secara swadaya. (15/10) Foto : Read more

Angaran Pilkades Rembang telan 1.5 miliar

[caption id="attachment_1372" align="alignnone" width="717"] Ilustrasi: Rembang akan melaksanakan pilkades bagi 43 desa secara serentak pada 30 Nopember 2016 mendatang. Rembang, Read more

Wartawan Warta Desa dilarang menerima suap atau sogokan dalam bentuk apapun, termasuk uang, barang, atau fasilitas, yang dapat mempengaruhi independensi pemberitaan. Jika menemukan hal tersebut, mohon difoto dan dilaporkan kepada redaksi dan pihak kepolisian

Tags : dana SoekarnoSwissindo