close
Hukum & Kriminal

Dicekoki obat dalam teh, perempuan dibawah umur diperkosa

korban
Korban (kanan) kakak korban (tengah) didampingi LBH Gakosh

Kajen, Wartadesa. – R (21) pria beristri asal Desa Batursari, Kecamatan Talun, Kabupaten Pekalongan dilaporkan ke Unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Satreskrim Polres Pekalongan lantaran memperkosa pelajar setelah dicekoki dengan obat yang dicampur dalam teh.

Ahmad Aziz, Ketua Bidang Litigasi Hukum LBH Gakosh yang dikonfirmasi Warta Desa mengungkapkan kejadian yang menimpa korban, Kamis (04/07). Menurut Aziz, korban yang masih berstatus pelajar  diperkosa oleh R  dalam keadaan tidak sadarkan diri hingga hamil. “Kasus tersebut sudah dilaporkan pada Unit PPA Satreskrim Polres Pekalongan sudah lama, sekitar tanggal 13 Juni 2019,” tuturnya.

R (21) pelaku pemerkosaan pelajar

Aziz menuturkan bahwa kejadian berlangsung sekitar bulan Januari 2019. Sebelumnya pelaku berpacaran dengan korban yang masih tetangga desa. Namun korban ditinggal menikah dengan perempuan asal kabupaten lain, lantaran sudah hamil duluan.

Satu tahun dari pernikahan pelaku dengan wanita lain tersebut, tiba-tiba pelaku menghubungi korban, sepulang dari merantau di Jakarta. Korban yang tidak curiga, akhirnya datang ke rumah pelaku dan disuguhi teh hanggat. Selang beberapa waktu selepas korban meminum teh, korban tidak sadarkan diri.

Saat korban tidak sadarkan diri tersebut, pelaku memperkosa korban. Saat korban sadar, ia merasakan sakit pada kemaluannya, dan bertanya apa yang sudah dilakukan oleh pelaku kepadanya. Saat itu pelaku tidak mengakui apa yang diperbuatnya.

Setelah dua bulan berlalu dari kejadian, korban mengaku terlambat menstruasi. Korban kemudian mendatangi rumah pelaku untuk meminta pertanggungjawaban pelaku. Namun pelaku tidak bersedia bertanggungjawab, malah mengajak korban ke Batang untuk menggugurkan kandungannya.

Tidak terima dengan perbuatan pelaku yang telah memperkosa korban hingga hamil, akhirnya keluarga korban meminta pendampingan LBH Gakosh dan melaporkan kejadian tersebut ke Unit PPA Polres Pekalongan.

Sementara itu, dilansir dari KFM yang melakukan konfirmasi kepada Kasat Reskrim Polres Pekalongan, AKP Hery Hariyanto mengatakan pihaknya belum mengetahui adanya laporan tersebut, lantaran dirinya masih berada di Polda Jateng. Pihaknya akan melakukan konfirmasi ke Unit PPA terlebih dahulu, tuturnya.  (Eva Abdullah dengan tambahan sumber lain)

Tags : dicekoki obatdiperkosatalun

Leave a Response