close
mancing berujung bentrok
Penandatanganan berita acara penyesesaian permasalahan dua orang pemancing yang berujung bentrok

Pemalang, Wartadesa. – Mancing biasanya dilakukan dengan suasana hati yang tenang, lantaran kondisi hati menentukan seberapa banyak ia beruntung mendapatkan hasil memancing. Namun apa jadinya bila memancing malah berujung bentrok?

Seperti terjadi di Desa Widodaren, Kecamatan Petarukan, Kabupaten Pemalang. Pada Rabu malam (11/04) lalu, dua orang yang sedang mancing di Sungai Srengseng, Desa Widodaren, mereka berseteru. Pertengkaran kedua mancing mania tersebut mengakibatkan salah satu memukul kepala korban.

Surono memukul kepala Aden Afriansyah. Meski demikian, saat kejadian berlangsung, korban Aden Afriansah tidak mengalami luka. Namun, tak ayal, pihak pemerintah desa setempat dibantu Bhabinsa melakukan mediasi penyelesaian permasalahan tersebut.

Mediasi yang dipimpin oleh Aiptu Cecep Junaedi, Bhabinkamtibmas Desa Widodaren didampingi kades mendengarkan kronologi kejadian dari kedua belah pihak.

Bhabinkamtibmas menghimbau kepada kedua belah pihak agar menyelesaikan per masalahan tersebut dengan musyawarah dan membuat surat pernyataan untuk berdamai dan tidak saling dendam atas kejadian tersebut.

Kegiatan mediasi tersebut berakhir dengan penanda tanganan surat kesepakatan bersama antara kedua belah pihak yang berjanji untuk berdamai dan tidak saling dendam atas kejadian tersebut.  (WD)

Tags : mancing berujung bentrokpemalang

Leave a Response