PETARUKAN, WARTA DESA – Warga Desa Serang, Kecamatan Petarukan, digemparkan dengan peristiwa tragis yang menimpa seorang pelajar pada Jumat (16/01/2026) dini hari. Seorang siswa SMK nekat mengakhiri hidupnya di perlintasan kereta api petak jalan Pta–Pml KM 113+5/6, Desa Serang, Kabupaten Pemalang.
Identitas Korban
Korban diketahui berinisial SMJ (17), warga Desa Wanamulya, Kecamatan Pemalang. Korban tercatat sebagai siswa aktif di SMK Muhammadiyah 1 Pemalang.
Kronologi Peristiwa
Peristiwa memilukan ini terjadi sekitar pukul 02.37 WIB. Menurut keterangan Kapolsek Petarukan, Iptu Amroni, kejadian bermula saat KA Argo Muria (Nomor 22) dengan lokomotif CC 2061353 melaju dari arah barat (Jakarta) menuju timur (Semarang).
Berdasarkan laporan masinis kepada Stasiun Petarukan, korban terpantau berada dalam posisi rebahan di atas rel sebelum kereta melintas. Akibat jarak yang sudah terlalu dekat, insiden “tertemper” (tertabrak) kereta api tidak dapat dihindarkan.
Proses Evakuasi
Petugas dari Stasiun Petarukan dan Polsek Petarukan yang tiba di lokasi menemukan kondisi jasad korban sudah rusak berat. Di sekitar tempat kejadian perkara (TKP), petugas menemukan sejumlah barang milik korban yang ditinggalkan, antara lain:
-
Satu unit sepeda.
-
Tas berisi kartu pelajar atas nama korban.
“Saat ditemukan jasad korban masih mengenakan seragam sekolah. Kondisinya cukup memprihatinkan dan terpisah beberapa meter dari titik awal,” ungkap Iptu Amroni
Motif Masih Didalami
Pihak kepolisian telah melakukan olah TKP dan mengevakuasi jenazah korban. Saat ini, jenazah SMJ telah diserahkan kepada pihak keluarga di Desa Wanamulya untuk dimakamkan.
Mengenai alasan atau motif di balik tindakan nekat pelajar tersebut, Polsek Petarukan menyatakan masih dalam tahap penyelidikan lebih lanjut. “Untuk motifnya masih dalam penyelidikan,” pungkas Amroni. ***
Sumber: Puskapik
Editor: Redaksi Warta Desa
Catatan Redaksi: Berita ini tidak ditujukan untuk menginspirasi tindakan serupa. Jika Anda atau orang di sekitar Anda mengalami depresi atau memiliki pikiran untuk menyakiti diri sendiri, segera hubungi layanan kesehatan mental, psikolog, atau pusat bantuan terdekat.










