KARANGDADAP, WARTA DESA – Akses utama yang menghubungkan Desa Kedungkebo dan Desa Kaligawe di Kecamatan Karangdadap kini dalam kondisi kritis. Pondasi jembatan tersebut ambrol setelah tergerus derasnya aliran sungai dalam beberapa hari terakhir, memaksa petugas kepolisian memasang barikade pengaman.
Kondisi Kerusakan
Kerusakan serius terpantau pada pondasi jembatan sisi timur jalur utara. Derasnya arus sungai menyebabkan longsoran yang cukup parah di bagian bawah struktur jembatan. Kondisi ini sangat membahayakan pengguna jalan karena struktur aspal di atasnya rawan runtuh jika terus terbebani.
Langkah Pengamanan Polisi
Kapolsek Karangdadap, AKP Sumianto, menyatakan bahwa pihaknya telah bergerak cepat dengan memasang garis polisi (police line) di titik yang rawan longsor.
“Kami pasangi garis polisi di sisi yang rawan, biar sisi tersebut tidak dilintasi,” ujar AKP Sumianto. Langkah ini diambil untuk memastikan pengendara tetap berada di jalur yang lebih stabil.
Larangan untuk Kendaraan Berat
Mengingat kondisi jembatan yang kian rapuh, pihak kepolisian mengeluarkan imbauan tegas:
-
Kendaraan Tonase Berat: Dilarang melintas untuk sementara waktu. Getaran dari kendaraan berat dikhawatirkan akan memperparah longsoran dan memicu keruntuhan total.
-
Prioritas Keselamatan: Pengendara diminta waspada dan mengikuti arahan petugas di lapangan.
Akses Vital Menuju Batang
Jembatan Kedungkebo merupakan jalur yang sangat penting bagi masyarakat sekitar. Selain menghubungkan antar-desa di Kecamatan Karangdadap, jembatan ini juga menjadi jalur tembusan utama menuju wilayah Kabupaten Batang. Terganggunya akses ini dipastikan akan berdampak pada mobilitas ekonomi warga.
Upaya Perbaikan
Pihak Kepolisian telah berkoordinasi dengan Pemerintah Desa Kedungkebo terkait langkah selanjutnya. Mengingat status jalan tersebut merupakan kewenangan tingkat kabupaten, Pemdes disarankan untuk segera mengajukan permohonan perbaikan darurat kepada Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPU-Taru) Kabupaten Pekalongan.
Hingga berita ini diturunkan, warga diimbau untuk mencari jalur alternatif jika membawa muatan berlebih guna menghindari hal-hal yang tidak diinginkan.***
Laporan: Redaksi Warta Desa
Sumber Data: Polres Pekalongan










