Warta Desa. Pekalongan, 13 Agustus 2025 – Warga Perumahan Griya Rahma yang terletak di Desa Wangandowo, Kecamatan Bojong, Kabupaten Pekalongan, mengeluhkan krisis air bersih yang telah mereka alami selama hampir empat tahun. Hingga saat ini, perumahan yang dihuni sekitar 20 kepala keluarga atau 60 jiwa tersebut belum memiliki sumber air mandiri dan masih bergantung pada pasokan dari Perumahan Asik di wilayah terdekat.
Permasalahan semakin memburuk selama musim kemarau. Debit air yang rendah menyebabkan aliran tidak lancar, dan dalam dua bulan terakhir, kondisi makin parah akibat pompa air mengalami kerusakan tanpa adanya perbaikan dari pihak pengembang.
Warga menyebut telah berulang kali mencoba mediasi dengan pihak pengembang, namun belum mendapat respons maupun solusi yang jelas. Dalam keadaan mendesak, mereka akhirnya meminta bantuan air bersih dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Pekalongan.
BPBD merespons dengan mengirimkan bantuan air bersih pada Jumat malam (8/8/2025), yang digunakan untuk kebutuhan mandi, mencuci, dan keperluan rumah tangga lainnya. Sementara untuk air minum, warga masih harus membelinya secara mandiri.
“Empat tahun kami bertahan dengan kondisi ini. Kami hanya ingin hak dasar kami, yaitu air bersih, bisa dipenuhi,” ujar salah satu warga yang enggan disebutkan namanya.
Warga berharap pihak pengembang segera menyediakan solusi permanen berupa sambungan air bersih agar persoalan ini tidak terus berulang setiap musim kemarau.
Saat tim Wartadesa mengunjungi lokasi, terlihat bahwa pihak PDAM sudah mulai melakukan pemasangan jaringan baru ke Perumahan Griya Rahma. Warga menyambut baik langkah ini dan berharap proses pemasangan bisa segera rampung agar krisis air yang selama ini mereka alami segera berakhir. (Gusanto)










