Warta Desa, Pekalongan – 25 Juni 2025. – Warga di wilayah Wangan Dowo, tepatnya di kawasan pertigaan depan pabrik sepatu di Jalan Raya Bojong, Kabupaten Pekalongan, melakukan aksi protes terhadap pembukaan sebuah warung kopi “Lendot” yang baru dibuka oleh pemiliknya. Protes ini terjadi pada Selasa malam (25/6/2025) sekitar pukul 23.00 WIB, karena warga merasa sangat terganggu oleh suara musik keras yang diputar dari warung tersebut.
Menurut keterangan sejumlah warga, sejak dibuka, warung kopi itu menyalakan lampu hias gemerlap dan memutar sound system dengan volume tinggi hingga larut malam, sehingga membuat warga sekitar sulit beristirahat.
“Kami tidak bisa tidur, suara musiknya terlalu keras. Ada tetangga yang bahkan harus mengungsi ke rumah saudara karena tidak tahan,” ujar salah satu warga yang enggan disebut namanya.
Meskipun banyak yang merasa terganggu, warga sebelumnya tidak berani langsung menegur pemilik warung karena khawatir menimbulkan konflik. Situasi memanas ketika sekelompok pemuda bersama Ketua RT setempat akhirnya memutuskan melakukan aksi protes damai pada malam itu, karena kondisi dikhawatirkan bisa mengarah pada ketegangan lebih lanjut.
Polsek dan Koramil Bojong Sigap Menenangkan Suasana
Mengetahui adanya kerumunan dan potensi konflik, aparat dari Polsek Bojong dan Koramil Bojong segera turun tangan untuk mengamankan situasi. Kehadiran mereka membuat suasana kembali kondusif. Kanit Reskrim Polsek Bojong, Aiptu Fredi, bertindak sebagai mediator dalam pertemuan antara warga dan pemilik warung.
Dalam mediasi tersebut, pemilik warung kopi lendot akhirnya bersedia menutup usaha barunya tersebut dan tidak akan melanjutkan operasional warung ke depannya.
“Kami sepakat untuk menyelesaikan ini secara damai. Tidak akan ada lagi warung kopi lendot di sini. Pemilik sudah berjanji,” ujar Ketua RT setempat setelah mediasi.
Kesepakatan damai ini dituangkan secara lisan di hadapan petugas dan warga yang hadir, demi menjaga kenyamanan serta keamanan lingkungan sekitar.
Peristiwa ini menjadi pelajaran penting tentang pentingnya komunikasi warga dan penegakan aturan jam malam demi menjaga ketentraman masyarakat. Warga pun mengapresiasi langkah cepat aparat dalam mengamankan situasi dan mendamaikan kedua belah pihak. (Rohadi)










