close
Hukum & Kriminal

Hasil razia kos-kosan di Limpung ini mengejutkan, satu kamar empat cowok satu cewek

Razia-tempat-kos-dok-370×277
Ilustrasi. Foto: Jibi

Batang, Wartadesa. – Razia yang dilakukan oleh Satpol PP dalam operasi penyakit masyarakat (pekat) di sejumlah rumah kos di Desa Karangsari, Kecamatan Limpung sungguh mengejutkan. Belasan muda-mudi diduga melakukan kumpul kebo diamankan, Selasa malam kemarin.

Operasi yang digelar lantaran adanya laporan warga tersebut, petugas mendapati satu kamar kosan diisi empat laki laki dan satu perempuan, serta ada juga yang diisi tiga laki laki dan satu perempuan.

Kasi Penyelidikan dan Penindakan, Satpol PP Batang, Surya Sujaya mengungkapkan bahwa 15 orang muda-mudi diangkut ke kantornya karena terjaring operasi pekat. Operasi tersebut dilakukan karena adanya laporan warga bahwa di dua tempat kos-kosan di Desa Karangsari, Limpung dijadikan tempat kumpul kebo.

“Atas dasar adanya laporan warga, kita sasar dua tempat kos di Desa Karangsari, Limpung, yang telah meresahkan lingkungan sekitar. Dari dua tempat kos tersebut, kita berhasil mengangkut 15 orang diduga mesum. Karena mereka tidak bisa menunjukkan bukti surat nikah,” tutur Surya, Rabu kemarin.

Surya menyebut, petugas menemukan kamar kosan yang diisi oleh empat laki-laki dan satu perempuan, juga ditemukan satu kamar kos yang diisi tiga laki-laki dan satu perempuan, “Mereka langsung kami angkut untuk dimintai keterangan,” lanjut Surya.

Selain itu, petugas juga menemukan pemuda-pemudi yang sedang pesta miras, ciu oplosan dalam kamar kos. Razia yang digelar bersama anggota Polres Batang, Kodim 0736, Subdenpom Kota Pekalongan dan Dinsos Kab. Batang  ditujukan untuk pencegahan praktik porstitusi.

Dari hasi pemeriksaan, ujar Surya, rata-rata muda-mudi yang terjaring razia tersebut merupakan siswa dropout (DO), namun ada juga yang masih sekolah sembari bekerja. Mereka berasal dari Reban, Subah dan Limpung.

Surya melanjutkan, dari pemeriksaan, mereka mengaku hanya sedang bermain dikosan teman. Dan saat digeledah, mereka masih berpakaian lengkap. Petugas yang mendata para muda-mudi tersebut kemudian melakukan pemanggilan orang tua dengan membawa bukti kartu keluarga. “Kita minta kepada para orang tua untuk menjemput dan membawa kartu keluarga sebagai bukti bahwa benar mereka adalah anak kandungnya,” ujarnya. (WD)

Terkait
Ditinggal mancing, motor digasak pencuri

Pemalang, Wartadesa. - Naas bagi M. Saefudin Zuhri bin Muharil (28), seorang buruh konveksi warga Desa Kendaldoyong Kecamatan Petarukan Kabupaten Read more

Modus rampas HP korban dengan pura-pura minta nomor kontak

Pemalang, Wartadesa. - Hati-hatilah dengan orang yang meminta nomor HP atau ponsel Anda, bisa jadi itu hanya modus untuk melakukan Read more

Lagi, galian C didemo Warga

Karanganyar, Wartadesa. - Rabu ( 03/02) Ratusan warga Desa Kutosari Kecamatan Karanganyar Kabupaten Pekalongan mendatangi lokasi Galian C yang beradi Read more

Gunakan gas bersubsidi, Hotel ini kena sidak

Pemalang, Wartadesa. - Hotel Panorama Randudongkal Kabupaten Pemalang, Jawa Tengah kedapatan menggunakan tabung gas elpiji bersubsidi ukuran tiga kilogram, alias Read more

Wartawan Warta Desa dilarang menerima suap atau sogokan dalam bentuk apapun, termasuk uang, barang, atau fasilitas, yang dapat mempengaruhi independensi pemberitaan. Jika menemukan hal tersebut, mohon difoto dan dilaporkan kepada redaksi dan pihak kepolisian

Tags : razia kos kosan