Kajen, Wartadesa. – Informasi adanya pedagang jins bantingan di Pasar Kedungwuni yang terpapar Covid-19 beredar luas di media sosial. Warta Desa mendapatkan broadcast pesan dari WA grup dua hari lalu.
Pesan Whats App tersebut berbunyi,
“Kpd.yth. Bp.Bupati Pekl: Kami laporkn dg hormat tindaklnjut laporan masya.terkait ada warga pedagang di pasar bantingan jeans yg terkonfirmsi positif covid -19 sbb: Telah kami tindaklnjuti koordinasi dg kepala puskesmas, mngambil langkah bersama kapuskesmas kdw 1 bersama tim covid, melakukan konfirmsi kpd warga terkait d tetangga termasuk masy. pedagang yg kemungkinn kontak dg ybs. Hasil konfirmasi yaitu warga xxxx barat an.xxxx,umur 38 pedagang di pasar bantingan jeans, gang baratnya pasar induk kdw kemrin sakit, indikasi terkait covid-19 Infonya kemrin malam 6 mei 20 di larikn ke rsi xxxx, setelah mndpt penanganan ada indikasi suspect virus , akhirny dilnjutkn ke rs xxxx/ sd saat ini opname di rs xxxx kota pekalongan. Konfirm selnjutnya team covid td pagi 8 mei 20, melakukan tracing kpd klga d tetangganya, di peroleh informasi sbb: Warga yg kontak langsung dg ybs yaitu: 1. xxxxx 42 th, suami ybs almt xxxxx xxxx rt 01/07 kdw xxxx 2. Anak2 nya: -xxxxx xxxx xxxx 16 th -m.xxxx xxxx xxxx 8th -xxxx xxxx xxxx 1 th 3. Ibu kandung xxxx xxxx 55 th 4. Kontak dg warga lain – xxxxx 55 th xxxxx -xxxx xxxx timur 5.kontak antr pedagang -xxxxx xxxx xxxx 2/7 -xxxx wonopringgo 6. Kontak dg sopir loper -xxxxx xxx -mbah xxxx podo -xxx xxxx prawasan -xxxxx kwayangan 7.kontak dg pembeli luar kota – weleri -comal -pemalang Selnjutnya utk tindaklnjut terus dilakukan pantauan dr tim covid kes.puskesmas bersama tim gugus covid kec. Demikian lap.sementara sbg bhn utk pengambiln kebijakan“
Dalam pesan yang beredar luas melalui whatsapp itu menyatakan ada pedagang di pasar bantingan jins Kedungwuni positif Covid-19. Masyarakat pun banyak yang menanyakan informasi terkait pedagang di pasar bantingan tersebut. Meski demikian, hingga saat ini warga tersebut belum dinyatakan positif terpapar Korona.
“Itu pun belum tentu Covid. Swab baru dikirim. Rapid baru menunjukkan ada reaksi (reaktif), sehingga perlu ditegakkan dengan swab,” ujar Kepala Dinas Kesehatan Setiawan Dwiantoro. (Eva Abdullah)







