close
gerbang tol pemalang
Gerbang tol Pemalang.

Batang, Wartadesa. – Minimnya penerangan pada ruas tol fungsional Pemalang-Semarang membuat pemudik musti ekstra waspada saat melewati jalur tersebut pada malam hari.

Kepala Kepolisian Daerah Jawa Tengah, Inspektur Jenderal Polisi Condro Kirono mengungkapkan bahwa idealnya jalur fungsional Pemalang-Semarang dioperasikan siang hari. Namun bila dibuka pada malam hari pun, tidak masalah.

“Kendati demikian, kami akan melihat situasi sebagaimana seperti pada Lebaran tahun lalu, kami arahkan ke jalur pantura justru menunggu mengantre jalur tol fungsionalkan dibuka. Akan tetapi untuk dibuka pada malam hari pun juga tidak masalah,” ujarnya dilansir dari Antara, Rabu (06/06).

Condro Kirono menambahkan, guna pengamanan tol yang masih minim penerangan. Pihaknya akan menyiagakan mobil patroli bersama TNI dan menyalakan lampu “seacrh and rescue” (lampu patroli) setiap lima kilometer.

“Oleh karena itu. setiap 5 kilometer pemudik akan bertemu dengan petugas patroli yang bertugas pada pengamanan arus mudik Lebaran di jalur tol fungsional itu,” lanjut Condro.

Diungkapkan Condro, wilayah Pemalang, Batang dan Kendal merupakan titik jenuh atau titik lelah pemudik. Diharapkan pada titik-titik tersebut, bila pengemudi merasa lelah, untuk segera beristirahat.

“Oleh karena, pemudik dimohon beristirahat karena pada setiap per 10 kilometer telah disiapkan rest area. Untuk tol fungsional maupun tol operasional sudah disiapkan rest area dan setiap 5 kilometer akan bertemu mobil patroli,” kata Kapolda Jateng.

Jalur tol fungsional Pemalang-Semarang ini hanya boleh dimanfaatkan pemudik dengan kecepatan antara 40-60 kilometer perjam. “Memang hal ini harus ada kemauan dari para pengemudi untuk mematuhi peraturan yang ada mengingat aturan dibuat untuk keselamatan. Saya mengimbau pada penemudi agar kecepatannya di kendalikan sekitar 40-60 kilometer per jam,” katanya.

Sementara untuk puncak mudik diprediksi pada 8 Juni- 9 Juni 2018 karena pada tanggal itu, sudah mulai memasuki masa libur Lebaran.  “Mereka pulang kerja, bisa langsung mudik. Oleh karena dari perhitungan Kementerian Perhubungan puncak arus mudik akan terjadi pada 9 Juni 2018,”pungkas Condro. (Sumber: Antara)

Terkait
Terseret ombak di Pantai Kisik Wonokerto, dua anak meninggal

Tirto, Wartadesa. - Dua saudara sepupu terseret ombak di Pantai Kisik Wonokerto, Senin (01/01) sekitar pukul 11.35 WIB. Kedua bucah Read more

Gudang oven pabrik kayu lapis di Karanganyar ludes terbakar

Karanganyar, Wartadesa. - Gudang Oven Kayu Lapis PT Duta Albasy di Jalan Raya Kulu Asri, Desa Kulu Kecamatan Karanganyar Kab. Read more

Rusak, Jalan Raya Ketitang-Sedayu dikeluhkan warga

Bojong, Wartadesa. - Kerusakan Jalan Raya Ketitang (Bojong) - Sedayu (Wonopronggo) dibeberapa titik dikeluhkan warga, musim penghujan menambah kondisi jalan Read more

Lagi, galian C didemo Warga

Karanganyar, Wartadesa. - Rabu ( 03/02) Ratusan warga Desa Kutosari Kecamatan Karanganyar Kabupaten Pekalongan mendatangi lokasi Galian C yang beradi Read more

Wartawan Warta Desa dilarang menerima suap atau sogokan dalam bentuk apapun, termasuk uang, barang, atau fasilitas, yang dapat mempengaruhi independensi pemberitaan. Jika menemukan hal tersebut, mohon difoto dan dilaporkan kepada redaksi dan pihak kepolisian

Tags : mudik 2018tol pemalang-semarang