close
EkonomiJalan-jalan

Jangan mampir ke Paninggaran kalau belum menikmati Krupuk Usek

krupuk usek paninggaran
Krupuk Usek. Proses kremes, menjadikan kerupuk Paninggaran rasa original menjadi berbagai varian rasa. Foto dari Facebook.

Paninggaran, Wartadesa. – Bila Anda berkunjung atau sekedar melintasi wilayah Paninggaran Kabupaten Pekalongan, Jawa Tengah, belum lengkap rasanya bila belum mencicipi produk lokal yang digoreng bukan dengan minyak namun dengan pasir. Warga Pekalongan biasa menyebut kerupuk tersebut sebagai Krupuk Usek, atau kerupuk Paninggaran.

Saking terkenalnya produk olahan rumah tangga ini, warga Paninggaran menyebut, jangan mampir ke Paninggaran kalau belum menikmati Krupuk Usek.

Tidak diragukan lagi, Krupuk Usek paninggaran ini dijamin super enak, renyah serta gurih dan dijamin aman dikonsumsi untuk semua kalangan dan umur, karena tidak mengandung bahan pengawet maupun pewarna berbahaya.

Krupuk Usek Paninggaran. Peserta kirab asal Paninggaran mengunakan kostum Krupuk Usek Paninggaran. Foto: Eva Abdullah/Wartadesa
Krupuk Usek Paninggaran. Peserta kirab asal Paninggaran mengunakan kostum Krupuk Usek Paninggaran. Foto: Eva Abdullah/Wartadesa

Cukup dengan lembaran uang ribuan, kita dapat membeli camilan ini. Secara umum, camilan ini dibanderol dengan harga yang beragam. Tergantung minat para pembeli, apakah hendak membeli Krupuk Usek yang biasa ataupun Krupuk  Usek yang sudah dibumbui (biasa disebut usek kremes).

Pecinta kuliner dapat membeli camilan ini di pasar terdekat, Pasar Paninggaran. Camilan dibeli dalam bentuk krupuk yang masih biasa (belum dibumbui atau kremes), kemudian pembeli tersebut akan mengolah ulang dengan sedikit meracik bumbu sederhana untuk menciptakan cita rasa yang lebih nikmat. Kegiatan olah ulang ini disebut kremes atau mengkremes, sehingga produk akhir krupuk usek ini dinamakan usek kremes.

Krupuk Usek ini termasuk dalam kategori camilan yang paling populer dikalangan masyarakat Kota Santri. Banya, toko maupun warung yang menjual produk camilan ini disepanjang Kecamatan Kajen, Bojong, Kedungwuni, Karanganyar, Wiradesa dan bahkan disekitaran Pekalongan Kota.

Produk industri rumahan ini masih dikerjakan secara manual, dengan menggunakan tenaga manusia. Dari proses pembutan kerupuk, penjemuran, penggorengan dengan menggunakan pasir, pengepakan hingga proses kremes.

Bahan baku pembuatan kerupuk ini meliputi, tepung tapioka, garam, terasi,  penyedap rasa, pewarna makanan, ketumbar,  dan bawang putih.

Bila Anda tidak sempat mampir langsung ke Paninggaran, Anda dapat mendapatkan produk camilan ini di Kedai BFK. Tersedia rasa pedes, rasa gurih, dan rasa manis.  Kedai BFK berada di depan Masjid Raya al Khuzaemah Kajen, sebelum pom bensin Gejlik kajen dari arah Selatan kiri jalan, pas pintu masuk masjid. Atau bisa pesan melalui pesan Whats App di nomor  087830861941. ​(Miranda)

========================

Bila Sedulur Wartadesa mempunyai produk/usaha kecil/mikro/usaha rumah tangga dan ingin berbagi dengan pembaca lainnya. Silakan kirim tulisan/produk ke kotak pesan (inbox) Warta Desa atau melalui email: wartadaridesa@gmail.com

Tulisan tidak dikenai biaya.

Terkait

[caption id="attachment_1441" align="aligncenter" width="803"] Calon penerima PKH di Kecamatan Kedungwuni divalidasi, Rabu (19/10). Foto: Eva Abdullah Ajis/wartadesa Kedungwuni, Wartadesa - Read more

Video: Jembatan Pantianom Sragi rusak parah

https://youtu.be/5a-RUxZT9IQ Rusak parah. Jembatan Pantianom yang menghubungkan kecamatan Sragi dan kecamatan Bojong kondisinya memprihatinkan, rusak parah dan belum ada perbaikan. Read more

Warga Keluhkan Harga Cabai Meroket

Meroket. Harga cabai melonjak naik, demikian dituturkan Anik, pedagang cabai di Pasar Induk Kajen (27/11). Foto: Read more

Wartawan Warta Desa dilarang menerima suap atau sogokan dalam bentuk apapun, termasuk uang, barang, atau fasilitas, yang dapat mempengaruhi independensi pemberitaan. Jika menemukan hal tersebut, mohon difoto dan dilaporkan kepada redaksi dan pihak kepolisian