Pekalongan Kota, Wartadesa. – Jlamprang Kultur, hari ini dibuka. Festival yang mengarak 501 payung khas Jlamprang merupakan rangkaian perayaan tradisi Syawalan.
Dari pantauan Wartadesa, ribuan warga sudah memadati lokasi kegiatan sejak pagi hari. Kepala Dinas Pariwisata, Kebudayaan, dan Olahraga Kota Pekalongan, Tjuk Kushendarto di Pekalongan, mengatakan pada festival tersebut ditampilkan beragam kesenian dan kreasi budaya yang akan dibawakan oleh komunitas pencinta budaya dan masyarakat.

“Sebelum perayaan Syawalan dengan pemotongan lopis raksasa yang akan digelar Minggu (2/7), kami menggelar festival `Jlamprang Kultur`,” kata Kushendarto.
Kirab 501 payung Jlamprang yang diiringi tarian Jlamprang yang dipersembahkan oleh penari Sumo Budoyo juga dilakukan kirab gunungan lopis, penampilan grup atau kelompok musik rampak, dan atraksi seni.

Kushendarto mengungkapkan bahwa puncak tradisi Syawalan, besok, akan digelar lopis kekinian, “Lopis kekinian ini dalam arti panganan yang terbuat dari bahan ketan untuk disajikan dengan dicampur keju atau coklat. Selama ini, rasa lopis masih orisinil sehingga pada kami akan membuat panganan ini dengan rasa keju atau coklat,” katanya.
Sementara itu, Zuhdi, salah satu warga Kedungwuni yang menyaksikan acara tersebut mengaku senang sekali. “Sangat senang sekali mas … ada acara kirab budaya sekaligus arak-arakan 501 payung dan lopis dengan diiringi atraksi seni dan musik rampak,” tuturnya. (Eva Abdullah)









