Warta Desa, Watu Salam, Pekalongan — Ketidakhadiran Kepala Desa (Kades) Watu Salam dalam agenda audiensi bersama warga akhirnya memicu reaksi tidak biasa dari masyarakat. Pada pagi ini, warga memasang sebuah spanduk besar di depan balai desa sebagai bentuk “penghargaan” satir untuk kades yang dianggap menghilang dari tanggung jawab publik.
Spanduk tersebut dipasang oleh sejumlah warga dan langsung menarik perhatian pengguna jalan serta perangkat desa lain yang sedang beraktivitas. Dengan tulisan yang cukup mencolok, warga menyampaikan sindiran halus namun tegas kepada kepala desa yang dinilai tidak hadir pada momen penting, yakni audiensi yang sebelumnya telah dijadwalkan.
“Ini bentuk kekecewaan kami. Sudah dijadwalkan audiensi, tapi ketika waktunya tiba, beliau menghilang tanpa penjelasan jelas,” ungkap salah satu warga yang turut memasang spanduk.
Menurut warga, audiensi tersebut sangat penting karena berkaitan dengan sejumlah persoalan desa yang membutuhkan klarifikasi langsung dari kepala desa, termasuk terkait pelayanan masyarakat dan beberapa program yang dianggap tidak berjalan sebagaimana mestinya.
Pemasangan spanduk itu juga menjadi simbol bahwa masyarakat ingin kepala desa lebih terbuka dan hadir dalam setiap dialog yang menyangkut kepentingan publik. Warga berharap, aksi ini dapat menjadi pengingat agar pemerintah desa lebih responsif dan tidak abai terhadap aspirasi masyarakat.
Hingga berita ini diterbitkan, pihak pemerintah desa maupun kepala desa Watu Salam belum memberikan keterangan resmi terkait ketidakhadiran dalam audiensi maupun pemasangan spanduk di depan balai desa.
Warga menyatakan siap membuka dialog kembali apabila kepala desa memberikan penjelasan dan bersedia hadir memenuhi undangan musyawarah. Namun untuk saat ini, spanduk bernada sindiran tersebut masih terpampang jelas sebagai bentuk protes sekaligus ekspresi kekecewaan masyarakat. (Rohadi)









