WARTA DESA, PEKALONGAN, – Polemik tata kelola pemerintahan di Desa Watusalam, Kecamatan Buaran, Kabupaten Pekalongan, memasuki babak baru. Setelah sebelumnya menyampaikan aspirasi terkait dugaan masalah di desa, warga kini bersiap menempuh jalur hukum dan pengawasan resmi menyusul kabar menghilangnya Kepala Desa (Kades) Watusalam.
Warga Desa Watusalam mengonfirmasi bahwa mereka akan melakukan audiensi resmi dan langkah hukum lanjutan pada pekan ini untuk menuntut kejelasan serta pertanggungjawaban atas kondisi yang terjadi.
Audiensi Massal ke Tiga Lembaga
Berdasarkan kesepakatan masyarakat, warga Watusalam berencana mendatangi sejumlah lembaga pengawasan dan penegak hukum pada Selasa, 18 November 2025.
Lembaga yang menjadi sasaran audiensi warga adalah:
-
Inspektorat Kabupaten Pekalongan
-
Kejaksaan Negeri Pekalongan
-
Bupati Pekalongan
Langkah ini diambil sebagai upaya kolektif warga untuk mencari kepastian hukum dan mendesak Pemerintah Kabupaten Pekalongan untuk segera mengambil tindakan tegas terkait persoalan yang mereka hadapi.
“Sesuai kesepakatan warga, hari Selasa kami akan bertemu Inspektorat, terus ke Kejaksaan, lalu menghadap Bupati. Kami ingin semuanya jelas dan tidak ada yang ditutup-tutupi,” ungkap salah satu perwakilan warga yang enggan disebut namanya.
Aksi Lanjutan di Balai Desa
Tidak hanya berhenti di kantor pemerintahan tingkat kabupaten, warga juga merencanakan aksi tindak lanjut di tingkat desa. Masyarakat berencana kembali mendatangi Balai Desa Watusalam secara massal pada Jumat, 21 November 2025.
Aksi kedatangan massal ini bertujuan untuk memastikan respons dan perkembangan dari pihak pemerintah desa atas tuntutan dan pertanyaan yang sebelumnya telah disampaikan oleh masyarakat.
“Hari Jumat warga akan datang ramai-ramai lagi ke balai desa untuk menanyakan perkembangan. Kami ingin dengar langsung bagaimana pihak desa menyikapi persoalan ini,” tambah warga lainnya.
Hingga berita ini diturunkan, situasi di Desa Watusalam masih menjadi perhatian publik. Belum ada pernyataan resmi dari pihak Pemerintah Desa Watusalam maupun aparat Kecamatan Buaran terkait rencana audiensi massal yang akan dilakukan oleh warga tersebut.
Masyarakat berharap Pemerintah Kabupaten Pekalongan segera turun tangan agar persoalan di Desa Watusalam dapat diselesaikan secara jelas, adil, dan transparan, demi memulihkan tata kelola pemerintahan desa.
Perkembangan terkait hasil audiensi pada hari Selasa (18/11) dan pertemuan lanjutan di hari Jumat (21/11) mendatang akan terus dipantau. (Rohadi)









