close
KesehatanOpini

Kasumba Turate: Dari Kearifan Lokal ke Ilmu Pengetahuan Modern untuk Kesehatan dan Kecantikan

kasumbar

Oleh: apt. Virsa Handayani, M.Farm

Pemanfaatan bahan alam dalam bidang kesehatan dan kecantikan terus mengalami perkembangan seiring meningkatnya kesadaran masyarakat terhadap produk yang aman, berkelanjutan, dan berbasis sumber daya lokal. Salah satu tanaman yang kembali memperoleh perhatian dalam kajian akademik adalah Kasumba Turate (Carthamus tinctorius L.), tanaman yang secara historis telah digunakan dalam praktik tradisional masyarakat, khususnya di Sulawesi Selatan.

Kasumba Turate tidak hanya dikenal sebagai pewarna alami dalam tradisi budaya, tetapi juga dimanfaatkan sebagai ramuan herbal untuk menunjang kebugaran dan perawatan diri. Praktik ini lahir dari pengalaman empiris masyarakat yang diwariskan secara turun-temurun. Namun, dalam konteks ilmu pengetahuan modern, pengetahuan tersebut perlu dikaji secara sistematis agar manfaatnya dapat dipahami, diuji, dan dipertanggungjawabkan secara ilmiah.

Dalam kajian akademik, pengembangan bahan alam berbasis kearifan lokal menuntut pendekatan yang tidak hanya empiris, tetapi juga rasional dan metodologis. Virsa Handayani, mahasiswi Program Doktoral Farmasi Universitas Ahmad Dahlan Yogyakarta, menjelaskan bahwa integrasi antara pengetahuan tradisional dan ilmu pengetahuan modern merupakan fondasi penting dalam pengembangan riset bahan alam yang bertanggung jawab.

Dalam perspektif filsafat ilmu pengetahuan, kearifan lokal merupakan bentuk pengetahuan empiris yang memiliki nilai epistemologis. Ilmu pengetahuan modern tidak meniadakan pengalaman tradisional, melainkan mengembangkannya melalui proses rasionalisasi dan verifikasi metodologis. Pendekatan ini menempatkan tradisi sebagai titik awal eksplorasi ilmiah, bukan sebagai sesuatu yang bertentangan dengan sains.

Berbagai kajian menunjukkan bahwa bunga Kasumba Turate mengandung senyawa bioaktif yang berpotensi berperan sebagai antioksidan. Aktivitas antioksidan memiliki relevansi penting dalam bidang kesehatan karena berkaitan dengan upaya menekan stres oksidatif, yang diketahui berkontribusi terhadap proses degeneratif. Dalam konteks kecantikan, aktivitas tersebut juga dikaitkan dengan perlindungan kulit dari penuaan dini akibat faktor lingkungan.

Lebih lanjut, Virsa Handayani menekankan bahwa pendekatan ilmiah terhadap bahan alam harus diarahkan pada pemahaman mekanisme biologis yang mendasari manfaatnya, sehingga pemanfaatannya tidak berhenti pada klaim tradisional semata, tetapi berkembang menjadi pengetahuan yang rasional dan aman untuk diaplikasikan.

Selain itu, kajian Kasumba Turate juga membuka ruang integrasi antara ilmu pengetahuan dan konteks sosial-budaya. Pendekatan ini mencerminkan paradigma ilmu yang humanis dan kontekstual, di mana penelitian tidak terlepas dari nilai budaya, etika, dan keberlanjutan sumber daya alam. Dengan demikian, pengembangan bahan alam lokal tidak hanya berorientasi pada inovasi, tetapi juga pada tanggung jawab sosial.

Melalui penguatan kajian ilmiah yang berlandaskan filsafat ilmu pengetahuan, Kasumba Turate berpotensi dikembangkan sebagai bahan pendukung kesehatan dan kecantikan berbasis herbal yang berakar pada kearifan lokal Indonesia. Pendekatan ini menunjukkan bahwa ilmu pengetahuan modern dapat tumbuh dari tradisi, selama diuji dengan nalar kritis, metodologi yang tepat, dan orientasi pada kemaslahatan manusia. ***

Penulis adalah Mahasiswi Prodi Doktoral Universitas Ahmad Dahlan Yogyakarta

Terkait
Dua cucian jins di Pegaden Tengah ditutup Satpol PP

Wonopringgo, Wartadesa. - Dua tempat pencucian jins di Desa Pegaden Tengah Kecamatan Wonopringgo Kabupaten Pekalongan ditutup oleh Satpol PP, hari Read more

Puskesmas tak jadi naik 400 persen, ditunda Bupati Pekalongan

Kajen, Wartadesa. - Kenaikan tarif pelayanan Puskesmas di Kabupaten Pekalongan sebesar 400 persen sejak tanggal 1 Februari 2018, mulai hari Read more

Masuk 10 besar wilayah rawan narkoba Jateng, Saelany akan bentuk BNNK

Pekalongan Kota, Wartadesa. - Tingginya kasus pelanggaran kasus narkoba di Kota Pekalongan, membuat wilayah ini masuk dalam 10 besar wilayah Read more

Pekalongan ‘darurat’ gizi buruk

Pekalongan Kota, Wartadesa. - Kota Pekalongan 'darurat' gizi buruk, setidaknya 13 balita di Kota Batik menderita gizi buruk dengan penyakit Read more

Wartawan Warta Desa dilarang menerima suap atau sogokan dalam bentuk apapun, termasuk uang, barang, atau fasilitas, yang dapat mempengaruhi independensi pemberitaan. Jika menemukan hal tersebut, mohon difoto dan dilaporkan kepada redaksi dan pihak kepolisian

Tags : kasumba terate