close
Layanan PublikLingkunganSosial Budaya

Kelola air bersih, warga Pekiringan Ageng mampu sisihkan saldo puluhan juta

air bersih

Kajen, Wartadesa. – Potensi desa jika dikelola dengan baik dapat memberikan manfaat sebesar-besarnya bagi warganya. Seperti yang dilakukan oleh pemuda Desa Pekiringan Ageng, Kecamatan Kajen, Kabupaten Pekalongan. Potensi desa berupa sumber air bersih di tengah hutan warga, saat ini mampu menghasilkan saldo sebesar Rp. 27 juta.

Muhammad Markus, salah seorang pemuda penggerak desa, sekaligus perangkat desa setempat mengungkapkan bahwa Desa Pekiringan Ageng mempunyai tipologi (teritorial desa) di daerah pegunungan dengan sumber daya alam yang beragam, seperti hutan lindung, hutan karet, tanaman musiman dan lain sebagainya.

Beragam dan melimpahnya sumber daya alam di Pekiringan Ageng, tersebut, terkendala dengan permasalahan kebutuhan dasar air bersih. Lanjut Markus saat wawancara, Kamis (01/08).

“Saat itu, sebelum tahun 2015, permasalahan pemenuhan air bersih bagi warga terkendala. Warga masih menggunakan sumber air bersih dengan mata air yang debitnya belum bisa dinikmati oleh seluruh warga,” ujar Markus.

Selain debit air pada mata air yang berada di hutan masyarakat yang naik turun, sesuai kondisi musim. Kendala lainnya adalah keterbatasan anggaran untuk membuat bak penampung air untuk kemudian disalurkan dengan pipa ke rumah warga.

“Ketika musim penghujan, debit air naik, sebaliknya saat musim kemarau debit air menyusut. Tentu hal ini menjadi permasalahan warga, mereka harus berebut air bersih untuk memenuhi kebutuhan dasarnya. Dan saat itu kita terkendala dengan anggaran untuk membuat bak penampung air dan sambungan saluran ke rumah warga,” lanjut Markus.

Pada tahun 2015, warga melakukan pemetaan swadaya, mereka menyusun potensi dan masalah yang ada di Desa Pekiringan Ageng. Warga menyimpulkan perlunya pembangunan sarana air bersih, yang kemudian dituangkan dalam RPJMDes (Rencana Pembangunan Jangka Menengah Desa). Tutur pemuda jebolan STAIKAP Pekalongan ini.

“Pembangunan sarana air bersih dimulai sejak tahun 2015 hingga tahun 2017. Alhamdulillah setelah pembangunan selesai, pengelolaan air bersih kemudian dikelola oleh warga. Dan saat ini hasil dari pengelolaan air bersih sudah terkumpul saldo Rp. 27 juta,” tutur Markus.

Kini mata air tersebut sudah memiliki 135 sambungan rumah tangga dan fasilitas umum.

Keberhasilan tata kelola air bersih dari warga, untuk warga dan oleh warga ini menjadi kebanggaan bagi seluruh warga desa Pekiringan Ageng. Meski hingga saat ini lembaga pengelola yang bernama Prasarana Air Bersih belum dilembagakan berupa BumDes (Badan Usaha Milik Desa), para pemuda yang tergabung dalam pengelola Prasarana Air Bersih berharap pembentukan BumDes dapat dilakukan segera.  (Bono)

Tags : air bersihpekiringan ageng

Leave a Response