Pemalang, Wartadesa. – Krisis air terus dialami oleh warga desa di lereng Gunung Slamet, Kecamatan Pulosari Kabupaten Pemalang, Jawa Tengah. Musim kemarau yang panjang membuat ratusan warga mengkonsumsi air kotor untuk kebutuhan sehari-hari.
Warga Desa Gunungsari Kecamatan Pulosari Kabupaten Pemalang, Jawa Tengah, sejak bulan Ramadhan lalu kekurangan air bersih. Biasanya mereka mendapat air bersih dari mata air Gunung Slamet, yang dialirkan ke rumah dengan selang, untuk kebutuhan air sehari-hari. Namun kini mereka mengalami krisis air.
Baca: Sejak Ramadhan lalu warga Gunungsari Pemalang kekurangan Air
Kekurangan air bersih, droping air ke Pulosari dan Belik akan ditambah
Kepala Desa Gunungsari, Teteg Winantea, akibat menyusutnya debit air dari mata air Gunung Slamet, warga desa lain, pun ikut mengantri dari bak penampungan di desanya. Dia menambahkan bahwa sudah sejak dua bulan lalu (Juli 2017_red.) debit air dari mata air Gunung Slamet terus menyusut.
Selain itu, warga Desa Pagenteran, Kecamatan Pulosari. terpaksa mengkonsumsi air dari embung atau penampungan hujan yang sudah lama rusak dan airnyaberwarna hijau sehingga tak layak konsumsi.
Menurut Daryuni, warga Dukuh Karangmulya, Desa Pagenteran, mereka terpakasa memakai air kotor dari embung untuk mandi, mencuci, minum dan masak. Karena tidak ada sumber air bersih. Kamis (14/9).
Daryuni mengaku sudah tiga bulan ini mengkonsumsi air kotor. Menurutnya ia terpaksa mengkonsumsi air kotor dan keruh, meski ia merasakan dampaknya berupa kulit gatal-gatal. Namun warga tidak mampu berbuat apa-apa lagi, karena sumber air yang ada hanya di embung tersebut.
Selain itu, tambah Daryuni, saat debit air embung sangat langka, dirinya terpaksa harus membeli air eceran, namun baginya dengan membeli air bersih, dia merasa berat, karena untuk kebutuhan sehari-hari saja tidak cukup. Dia berharap agar pemerintah segera memberikan bantuan pengedropan air bersih.
Seperti diberitakan oleh Wartadesa sebelumnya, wilayah Belik dan tujuh desa di Kecamatan Pulosari masuk dalam kategori darurat kekeringan. (WD, dan berbagai sumber)










