Kendal, Wartadesa. – Dinas Lingkungan Hidup Dan Kehutanan, melalui Cabang Dinas yang berkantor di Pekalongan mengadakan pembentukan MMP/MPA di kecamatan Plantungan Kabupaten Kendal. MMP atau singkatan dari Masyarakat Mitra Polhut, dan MPA atau Masyarakat Peduli Api adalah masyarakat yang secara sukarela punya kepedulian terhadap pengendalian kebakaran hutan dan lahan yang telah dilatih dan diberi pembekalan serta dapat diberdayakan untuk membantu kegiatan pengendalian kebakaran hutan dan lahan.
Pada kegiatan tersebut, relawan Garda Prau selaku Kelompok peduli gunung prau mendapat porsi untuk menjadi anggota MPA yang dibentuk oleh CDK IV. Pembentukan awal dihadiri oleh 17 peserta atau relawan Garda Prau yang berasal dari beberapa desa sekitar gunung prau terutama desa yang berbatasan langsung dengan hutan yang dikelola oleh Perum Perhutani KPH Kedu Utara.
Acara pembentukan MPA diadakan di Gedung TPQ yang ada di Desa Manggungmangu Kecamatan Plantungan Kabupaten Kendal pada hari Selasa tanggal 14 Juni 2022. Hadir pula Kepala Desa Manggungmangu sebagai tuan rumah menyambut para peserta dan pegawai CDK IV yang berjumlah 5 orang. Acara dimulai dengan sambutan dari Kepala CDK, dilanjutkan paparan materi oleh Koordinator Penyuluh Kehutanan.
Rangkaian acara berlangsung dengan runtut sesuai rundown acara, termasuk diskusi dan pembentukan struktur pengurus MPA. Sdr. Ihsanto yang berasal dari Desa Bringinsari Kecamatan Sukorejo terpilih sebagai Ketua MPA, Sdr. M Nur Fadli sebagai sekretaris sekaligus bendahara, dan 2 kepala regu yaitu Sdr Samsudin dari Purwosari dan Sdr. Khoirul Mujib dari Genting Gunung.
Keanggotaan MPA ini tidak hanya terdiri dari 17 peserta yang hadir, karena banyaknya minat relawan untuk bergabung dengan MPA namun terkendala kesibukan masing-masing sehingga belum bisa hadir pada saat pembentukan hari Selasa itu. Nantinya setiap regu akan menambah jumlah personil seiring bertambahnya kepedulian masyarakat di lereng gunung prau untuk terlibat melestarikanya.
Diharapkan dengan pembentukan MPA ini, masyarakat terutama relawan akan semakin semangat dan lebih giat lagi dalam melestarikan hutan gunung prau. Dukungan dari pemerintah desa-desa penyangga amat diperlukan, karena dari situ kebijakan yang pro konservasi diharapkan terbentuk pula agar peran serta masyarakat dalam melestarikan hutan lebih banyak. (Andi Gunawan)










