close
ggc
GCC kini dijadikan tempat mangkal angkot, hal tersebut dikeluhkan warga Pemalang.

Pemalang, Wartadesa. – Kondisi Gandulan Culinary Centre (GCC) di Pemalang kondisinya memprihatinkan. Hal tersebut dikeluhkan oleh warga. Menurut Imam (45), warga Petarukan, Kabupaten Pemalang, GCC setelah wacana akan dikelola pihak swasta kondisina kini memprihatinkan.

Menurut Imam, kini GCC wayahnya (bagian depan) makin tidak dikenal, pasalnya bagian depan GCC sering digunakan untuk ngetem (mangkal) angkutan kota. “Wajahnya kini makin tidak di kenal. Dikarenakan banyaknya Angkutan Kota (angkot) yang mangkal dan menjadikan lokasi depan GCC sebagai terminal bayangan untuk menunggu penumpang.” Ujarnya ketika diwawancarai Kabar Pemalang (kontributor Wartadesa), Kamis (28/02).

Imam menambahkan, GCC dulu digadang-gadang sebagai pusat kuliner di Kabupaten Pemalang. Sekarang tak ayalnya seperti terminal yang tak berpenghuni.

Imam berharap agar pihak-pihak terkait bisa mengembalikan fungsi GCC sebagaimana yang telah diprogramkan. “Ya.. itulah GCC sekarang ini… di saat dulu waktu peresmian digadang -gadang sebagai pusat kuliner di Kabupaten Pemalang …. Sekarang tak ayalnya seperti terminal yang tak berpenghuni.  Saya berharap  pihak-pihak terkait bisa mengatur dan mengembalikan fungsi sebagaimana yg telah di programkan sejak awal,” lanjutnya.

Keluhan warga tersebut diunggah di laman Kabar Pemalang hari ini pun mendapat beragam tanggapan dari warganet.

Adhe Candra Ini bukan krn ada angkot ngetem disitu kemudian situasinya jd memprihatinkan…PR terbesarnya adl bagaimana GCC bs ramai kembali… Buka McD, pizza HUT, atau jd kan gedung bioskop, tinggal bagaimana pemerintah daerah mampu menarik investor dimariiii.
Daffa Hanifisyafiq GCC menurut saya lokasinya kurang strategis, jauh dari pusat kota jadi orang kalau mau mampir nanggung bgt klo lagi ke kota. Sebelum ada gcc juga angkot2 berhenti nya disitu kali min nunggu & anter penumpang ke RS.
Mohamad Solekan Mohon maaf sblumnya min, ketika saya main ke sana skrng sudah kelihatan sepi, alangkah baiknya pujasera tersebut di lengkapi dengan berbagai acara” festival atau band lokal agar dapat memeriahkan lokasi tersebut. Apalagi di jaman anak muda sekrng tempat nongkrongnya harus kelihatan unik dan berbeda. Contohnya seperti di Semarang yg dulu di sebut taman KB yg selalu sepi skrng semenjak di ubah dengan nama “Indonesia kaya” dan konsepnya pembangunannya bagus dilengkapi dengan hiasan” dan lampu” skrng Alhamdulillah rame apalagi kalo malem. Suwun lur.
Agus Sugianto Pemda kurang kreatif…ajak lsm dan kaum milenial berikan ruang buat mereka berkreasi dan berusaha kuliner yg kekinian serta permudah transportasi ke lokasi.
Dharmabhacty Regency PoppiesloveBulakan Hebatnya pemalang disitu, pembangunan tanpa ada plan jangka panjang, lihat saja terminal rdkk dll, semoga kedepan para pejabat dpr bisa main ke purbalingga dan liat perkembangan disana.
Wahyu Pus Pito Satlantas Pemalang LaluLintas Pemalang Mohon di tindak lanjuti pemandangan indah ini Pak. 🙏🙏🙏
Kasih sanksi sedikit yg membuat mereka Jera. 😊😊😊

Sebelumnya, pada Januari 2019, Pemkab Pemalang berencana menyerahkan pengelolaan pusat kuliner gandulan atau Gandulan Culinary Center (GCC) kepada swasta atau pihak ketiga, setelah banyak pedagang meninggalkan kios-kios di GCC itu.

GCC yang semula dikonsepkan menjadi pusat keramaian baru dengan menjual berbagai makanan khas tradisional Pemalang, ternyata hanya ramai pada awal pembukaan. Belakangan pusat kuliner itu sepi, sehingga banyak pedagang meninggalkan GCC.

“Kebetulan ada pihak swasta yang bergerak di bidang pengelolaan rumah makan berminat untuk menyewa 12 kios GCC untuk mereka jadikan rumah makan,”kata Sekretaris Daerah Budhi Rahardjo.

Menurut Rahardjo, pihak ketiga sudah menawarkan konsep menjaring rombongan wisata yang keluar dari tol untuk masuk ke GCC. Rahardjo pun sudah meminta pihak ketiga tersebut untuk membuat permohonan tertulis sebagai bentuk keseriusan. (WD/Eky Diantara)

Tags : GCCkulinerpemalang