Pemalang, Wartadesa. – Kondisi Gandulan Culinary Centre (GCC) di Pemalang kondisinya memprihatinkan. Hal tersebut dikeluhkan oleh warga. Menurut Imam (45), warga Petarukan, Kabupaten Pemalang, GCC setelah wacana akan dikelola pihak swasta kondisina kini memprihatinkan.
Menurut Imam, kini GCC wayahnya (bagian depan) makin tidak dikenal, pasalnya bagian depan GCC sering digunakan untuk ngetem (mangkal) angkutan kota. “Wajahnya kini makin tidak di kenal. Dikarenakan banyaknya Angkutan Kota (angkot) yang mangkal dan menjadikan lokasi depan GCC sebagai terminal bayangan untuk menunggu penumpang.” Ujarnya ketika diwawancarai Kabar Pemalang (kontributor Wartadesa), Kamis (28/02).
Imam menambahkan, GCC dulu digadang-gadang sebagai pusat kuliner di Kabupaten Pemalang. Sekarang tak ayalnya seperti terminal yang tak berpenghuni.
Imam berharap agar pihak-pihak terkait bisa mengembalikan fungsi GCC sebagaimana yang telah diprogramkan. “Ya.. itulah GCC sekarang ini… di saat dulu waktu peresmian digadang -gadang sebagai pusat kuliner di Kabupaten Pemalang …. Sekarang tak ayalnya seperti terminal yang tak berpenghuni. Saya berharap pihak-pihak terkait bisa mengatur dan mengembalikan fungsi sebagaimana yg telah di programkan sejak awal,” lanjutnya.
Keluhan warga tersebut diunggah di laman Kabar Pemalang hari ini pun mendapat beragam tanggapan dari warganet.
Kasih sanksi sedikit yg membuat mereka Jera. 😊😊😊
Sebelumnya, pada Januari 2019, Pemkab Pemalang berencana menyerahkan pengelolaan pusat kuliner gandulan atau Gandulan Culinary Center (GCC) kepada swasta atau pihak ketiga, setelah banyak pedagang meninggalkan kios-kios di GCC itu.
GCC yang semula dikonsepkan menjadi pusat keramaian baru dengan menjual berbagai makanan khas tradisional Pemalang, ternyata hanya ramai pada awal pembukaan. Belakangan pusat kuliner itu sepi, sehingga banyak pedagang meninggalkan GCC.
“Kebetulan ada pihak swasta yang bergerak di bidang pengelolaan rumah makan berminat untuk menyewa 12 kios GCC untuk mereka jadikan rumah makan,”kata Sekretaris Daerah Budhi Rahardjo.
Menurut Rahardjo, pihak ketiga sudah menawarkan konsep menjaring rombongan wisata yang keluar dari tol untuk masuk ke GCC. Rahardjo pun sudah meminta pihak ketiga tersebut untuk membuat permohonan tertulis sebagai bentuk keseriusan. (WD/Eky Diantara)










