Warta Desa, Kedungwuni – Kondisi makanan bergizi (MBG) yang disajikan di salah satu Madrasah Tsanawiyah (MTS) di wilayah Kwayangan, Kecamatan Kedungwuni, Kabupaten Pekalongan, menjadi sorotan masyarakat. Pasalnya, menu yang diberikan kepada peserta didik dinilai sangat minim gizi dan jauh dari kata layak.
Berdasarkan pantauan di lokasi, paket MBG yang dibagikan kepada siswa hanya berisi sepotong roti, tempe goreng, sosis, serta lalapan terong dengan saus dalam kemasan sachet. Menu tersebut dinilai belum memenuhi standar kebutuhan gizi harian bagi pelajar, terutama dalam mendukung konsentrasi dan stamina selama mengikuti kegiatan belajar.
Sejumlah wali murid mengaku prihatin dengan kondisi tersebut. Mereka berharap pihak sekolah maupun penyedia program MBG dapat memperhatikan kualitas menu yang disajikan agar lebih bervariasi dan bergizi.
“Kami ingin anak-anak mendapat asupan yang baik supaya semangat belajar. Kalau hanya roti dan tempe, jelas tidak cukup,” ungkap salah satu wali murid.
Pihak sekolah belum memberikan keterangan resmi terkait penyediaan menu tersebut. Diharapkan, ke depan ada evaluasi menyeluruh agar program makanan bergizi benar-benar sesuai tujuan awal: meningkatkan kesehatan dan daya belajar peserta didik. (Agung Dwi Setiawan)










