Batang, Wartadesa. – Sebuah kecelakaan di area perkebunan teh Desa Kembanglangit, Kecamatan Blado, Batang, tepatnya di Jembatan Sibitung merenggut dua korban meninggal dan tiga orang lainnya mengalami luka-luka. Dugaan sementara mobil Daihatsu Ayla G 8568 B dengan lima penumpang tersebut mengalami rem blong pada kondisi jalan yang curam. Senin (20/12) sore.
Dihimpun dari berbagai sumber, mobil melaju dari arah Selatan yakni Desa Gerlang menuju ke arah Bandar. Sesampainya di lokasi kejadian, saat jalanan menurun curam, sopir tidak bisa mengendalikan laju kendaraan, hingga mobil terperosok.
Akibat kejadian tersebut, korban atas nama Firda (16) dan Amriti (70) meninggal. Keduanya warga Desa Banjiran, Kecamatan Warungasem, Batang. Korban Firda diketahui baru pulang dari sebuah pondok pesantren. Sedang Ahmad Hakim (lk), Mustamiroh (pr) beserta Hardan (lk) yang mengalami luka berat dilarikan ke RSUD Kalisari untuk mendapatkan perawatan lebih lanjut.Dugaan sementara, kecelakaan terjadi akibat kampas rem terlalu panas akibat digunakan dalam waktu lama, hingga mengalami rem blong.
Danramil Blado, Kapten CPM Joko Wahyono menyebut bahwa mobil terperosok ke jurang dengan kedalaman sekitar 40 meter, dengan kondisi terbalik.
Warga yang melihat kejadian tersebut, berusaha untuk menolong korban dengan peralatan seadanya. Seluruh korban dapat dievakuasi sekitar pukul 17.00 WIB. (Buono)










