Batang, Wartadesa. – Kabar duka menimpa keluarga Rusdi, warga Desa Kembanglangit Rt 02/01 Kecamatan Blado, Batang. Ia kehilangan putranya, Yoga Pratama (17) yang bekerja di Fores Coffe Kembanglangit. Ahad pagi (16/02).
Keterangan dihimpun, Yoga yang saat itu sedang sakit lambung, pamit kepada bapaknya hendak buang air kecil. Namun ia selamanya tak kembali. “Pada hari Sabtu pukul 03.00 WIB Yoga pratama pamit buang air kecil, Akan tetapi ayahnya, karena sudah mengantuk, membiarkan Yoga untuk buang air kecil sendiri.” Ujar Kapten CBA Suwanto, Danramil 09/Blado.
Setelah ditunggu lebih dari 10 menit, Yoga tak kunjung kembali. Rusdi kemudian membangunkan warga untuk meminta bantuan mencari putranya. Namun hingga pagi hari, warga mencari Yoga, ia tidak kelihatan batang hidungnya.
Ahad pagi, warga melaporkan hilangnya Yoga ke Koramil 09/Blado. Pihak koramil dan warga kemudian melanjutkan proses pencarian Yoga.
Hingga akhirnya, Winarno (31), Sutopo (50) dan Kunarto (99), ketiganya warga Desa Kembanglangit menemukan Yoga dalam keadaan tak bernyawa di pinggiran sungai, pukul 09.00 WIB.
Korban ditemukan dalam keadaan posisi terlentang dengan memakai celana jeans biru donger, kaos merah swite biru, terdapat luka memar pada kepala sebelah kanan, memar kelopak mata kanan, hidung sobek, tangan mengenggam, bandan tidak di temukan luka penganiayaan, perkiraan sementara korban diduga di jatuh dari tebing
Selanjutnya dilakukan pemeriksaan oleh Petugas Medis Puskesmas Blado II Kambangan. ” Korban telah meninggal di perkirakan 24 jam setelah diketemukan dan tidak ada tanda tanda kekerasan. “jelas Suwanto. (Eva Abdullah/Humas Penerangan Kodim Batang)










