Wiradesa, Wartadesa. – Kebijakan larangan mudik oleh pemerintah dikeluhkan oleh tukang ojek pangkalan di Pekalongan. Menurut mereka hingga pertengahan bulan puasa, biasanya para pemudik mulai ramai berdatangan. Namun lantaran kebijakan tersebut, tukang ojek mengaku tidak mendapatkan penumpang.
Permasalahan tersebut terungkap saat Candra Saputra, anggota DPRD Kabupaten Pekalongan berkunjung ke Pangkalan Ojek Mitra Sejati perempatan Gumawang Wiradesa, Rabu (28/04) saat waktu sahur.
Para tukang ojek pun mengadu ke dewan. Mereka mengau sepi akibat larangan mudik yang diberlakukan pemerintah sejak 22 April 2021.
“Berdialog dan sahur bareng sambil mendengarkan saran dan harapan tukang ojek dan juga para pedagang yang ada disana, kita tahu pemerintah mengetatkan larangan mudik. Hal ini tentu berdampak pada penghasilan beliau-beliau tukang ojek yang biasa mangkal menunggu penumpang di perempatan Wiradesa, bahkan tak jarang mereka tak dapat penumpang, padahal di bulan puasa dan menjelang lebaran seperti sekarang kebutuhan pokok semakin meningkat.” ucap Candra.
Candra berharap ada solusi dari pemerintah terdahap kondisi ekonomi yang dialami oleh tukang ojek dan para pedagang tersebut, “semoga ada solusi, sementara kita dukung mereka, agar ekonomi mereka dan masyarakat sekitar bisa terus berlangsung.” tutup Candra. (Eva Abdullah)










