Pemalang, Wartadesa. – Beberapa waktu lalu, Pemerintah Malaysia melarang lagu Despacio diputar di seluruh saluran radio dan televisi negeri jiran tersebut karena liriknya dianggap porno.
Lirik lagu reage berbahasa Spanyol yang dinyanyikan oleh penyanyi Justin Bieber bersama Luis Fonsi dan Daddy Yankee itu dianggap cabul.
Laman genius.com bahkan memberi prolog untuk ulasan lagu ini dalam kalimat berikut, “‘Despacito’ adalah lagu reggae berbahasa Spanyol yang mengisahkan persenggamaan, bergerak pelan mengikuti ritme dan atraksi berdua pria dan wanita untuk siapa lagu ini ditulis.”
Di Pemalang, maraknya remaja/pemuda memutar lagu Despacito menjadi sorotan, karena jika dilihat dari terjemahan syairnya ke dalam bahasa Indonesia sangat tidak sesuai dengan budaya negeri ini.
”Syairnya kalau diterjemahkan ke dalam bahasa Inggris kemudian ke bahasa Indonesia ternyata berkisah tentang cinta sampai ke hal-hal yang sangat intim,” kata Erwin Ediyanto Erapraja, Kepala SMK Muhammadiyah Comal, Senin (24/7).
Erwin menganggap bahwa lagu tersebut tidak pas dengan budaya timur, karena beberapa syairnya terlalu vulgar. ”Dunia pendidikan bisa menjadi filter bagi peredaran lagu yang bisa dilihat di dunia maya itu,” tambahnya.
Syair lagu Despacito, bila diterjemahkan kedalam bahawa Indonesia, masih menurut Erwin, tidak layak diperdengarkan di depan publik. Padahal lagu tersebut sering dinyanyikan oleh pengamen jalanan.
Erwin meminta agar pemerhati, instansi yang berwenang dan masyarakat peduli, ikut menyampaikan isi dan pesan dari lagu tersebut tidak sesuai dengan Indonesia. (WD, SM)










