close
Hukum & KriminalLayanan PublikPolitik

Massa serukan pembatalan e-voting Pilkades Serentak Pemalang

demo evoting
Ratusan massa menggelar aksi unjuk rasa menuntut pembatalan e-voting di gedung DPRD Pemalang

Pemalang, Wartadesa. – Aksi demo digelar oleh pendukung  calon kades tidak terpilih dari desa-desa yang melaksanakan e-voting pilkades serentak tanggal 9 September 2018 di wilayah Kecamatan Belik, Kabupaten Pemalang. Rabu (26/09). di Gedung DPRD.

Unjuk rasa yang dikuti oleh massa tidak kurang dari 100 orang trsebut  menggunakan  dua  bus dan  satu pick up, mereka menyampaikan aksinya dengan menggunakan pengeras suara dan membentangkan beberapa spanduk.

Para pengunjuk rasa menuntut agar dilaksanakan pilkades ulang dan pelaksanaannya secara manual, karena menurut salah seorang perwakilan dari mereka pilkades dengan menggunakan e-voting hasilnya tidak akurat, terlebih yang mengoperasionalkan komputer juga oknum manusia, dan pada saat pelaksanaan terdapat kecurangan. Menurutnya bahwa sesuai Perda desa berhak memilih cara melaksanakan pilkades yaitu secara manual atau e-voting.

Kepala Dinpermades Kab. Pemalang menyampaikan dan memberikan penjelasan kepada para pengunjuk rasa bahwa pemungutan suara menggunakan e-voting itu sudah sesuai peraturan daerah yang ada di pemerintah daerah, dan disepakati pada saat itu.

“Dan tentang kesemrawutan di TPS Desa Mendelem itu dikarenakan DPT sangat banyak kurang lebih 11.000, saya bisa maklumi untuk panitia kurang maksimal mengatur ketertiban,”  ujar Tetuko Raharjo.

Sementara dalam sambutannya Ketua DPRD Kab.Pemalang,  Agus Sukoco Hadinegoro menyampaikan bahwa untuk ke depan Dinpermades agar mempersiapkan pilkades e-voting lebih baik. “Usahakan Dispermades bertemu dengan Komisi A untuk membahas Pilkades secara e-voting. Untuk ke depan panitia pilkades diusahakan tidak membentuk panitia dari desa, namun mengambil dari anggota kami yang menjadi panitia.“ Ujarnya. (WD)

Tags : e-voting