close
ilustrasi dana desa
Ilustrasi. Foto: kupas tuntas

Batang, Wartadesa. – Setidaknya ada dua desa yang dilaporkan ke Kejari Batang terkait penyalahgunaan penggunaan dana desa, selain kasus penetapan salah seorang kepala desa di Batang kemarin. Demikian disampaikan oleh Nova Elida Saragih, Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) Batang dalam sosialisasi dana desa empat kecamatan di aula Kecamatan Batang, kemarin.

“Iya ada laporan. Saat ini kami masih menunggu penghitungan Inspektorat berapa kerugiannya. Jadi kami belum bisa beberkan nominal dana desa yang diselewengkan dan desa mana yang terindikasi. Setelah keluar hasil penghitungan baru kami sampaikan,” ujar Nova.

Menurut Kajari Batang, pihaknya sudah maksimal melakukan sosialisasi kepada seluruh pemangku kepentingan untuk mendampingi kepala desa agar tidak ada penyelewengan. “Hal ini agar tidak terjadi penyimpangan sekaligus agar dana desa terserap maksimal. Seluruh pertanggunganjawaban dana desa baik tahap pertama maupun kedua kami pantau dan evaluasi. Jika ada kekurangan, kami perbaiki karena ini bersifat pendampingan,” lanjut Nova.

Sementara itu,  Kepala Dispermades Batang, Tulyono mengemukakan bahwa desa wajib membuat laporan setiap tiga bulan sekali.  “Upaya agar tidak terjadi penyelewengan dana desa, Kejari membuat kebijakan setiap desa setiap tiga bulan sekali membuat laporan yang nantinya dipantau dan dievaluasi oleh Kejaksaan. Kalau ada kekurangan bisa diperbaiki,”  ujarnya. (WD)

 

Tags : Dana Desa