close
ricuh evoting
Ricuh saat evoting Pilkades Desa Sima, Kecamatan Moga Kabupaten Pemalang

Pemalang, Wartadesa. – Kericuhan terjadi pada e-voting pemilihan kepala desa (Pilkades) Sima, Kecamatan Moga, Kabupaten Pemalang, Ahad (07/10) pagi. Kericuhan, menurut warga, dipicu oleh mobil Grand Max warna silver B 1458 PZZ yang mendadak keluar dari lapangan dengan terburu-buru, hingga mengakibatkan tenda sebelah timur lapangan sepakbola desa setempat rubuh karena terseret oleh mobil. Peristiwa tersebut membuat warga terprovokasi isu, bahwa massa pendukung salah satu calon akan ditabrak mobil tersebut.

Sebelumnya, masih menurut warga, muncul informasi adanya dugaan ketidaknetralan panitia pilkades Desa Sima. Pukul 09.40 WIB, terjadi keributan antar pendukung calon kades nomor urut 1, Naf’an Lubis dengan calon nomor urut 2, Irkhamudin. Keributan dipicu adanya informasi adanya ketidaknetralan panitia yang telah menyeting perangkat e-voting untuk memenangkan salah satu pasangan.

Isu tersebut santer dan cepat menyebar, hingga menimbulkan gesekan dan keributan antar pendukung cakades yang berada di lapangan desa. Masing-masing cakades menempati tenda yang disiapkan oleh panitia, bersebelahan dengan jarak sekira tiga meter.

Dekatnya jarak antar kedua massa, membuat suasana makin memanas. Selain itu adanya mobil Grand Max yang mendadak keluar dengan terburu-buru membuat salah satu tenda cakades terseret. Hingga muncul isu dan provokasi massa bahwa mobil tersebut akan menabrak salah satu pendukung cakades.

Massa ricuh, saat itu, masih menurut warga, terjadi pemukulan yang dilakukan oleh TH alias Ujang yang merupakan pendukung cakades nomor 2 terhadap Ikbal Awamir, salah seorang pendukung cakades nomor 1.

Pehak kepolisian yang segera mengamankan kejadian tersebut berhasil menenangkan keduabelah massa. Keributan mereda. Didapati keterangan dari pihak keamanan, bahwa mobil Grand Max keluar dari lapangan, lantaran takut dirusak massa akibat adanya keributan.

Setelah keributan benar-benar reda. Petugas keamanan dan Muspika Kecamatan Moga meminta panitia untuk melanjutkan e-voting.

Sementara itu, informasi terakhir yang kami dapatkan, Ikbal Awamir mengalami luka bengkak di hidung dan menjadlani perawatan di Klinik Roja Asifa, Moga.

Pendukung cakades nomor 1 saat ini melaporkan kejadian tersebut ke Mapolsek Moga untuk segera menindaklanjuti dugaan kecurangan e-voting pilkades Desa Sima. (WD)

Tags : e-votinge-voting ricuh