Pekalongan Kota, Wartadesa. – Tingginya kasus pelanggaran kasus narkoba di Kota Pekalongan, membuat wilayah ini masuk dalam 10 besar wilayah rawan narkoba di Jawa Tengah sejak tahun lalu. Hal tersebut disayangkan oleh Walikota Pekalongan, Saelany Machfudz.
Tingginya kasus penyalahgunaan narkoba di Kota Batik tersebut membuat Saelany akan membentuk Badan Penanggulangan Narkoba Kabupaten/Kota (BNNK).
“Pemkot Pekalongan sudah bergegas untuk membentuk BNNK. terkait lokasi, SDM, sarana prasarana dan operasional sudah kami siapkan. Sekarang tinggal menunggu pelaksana dari pusat, mudah-mudahan tahun ini terbentuk,” ujar Saelany selepas melantik Satgas Anti Narkoba Angkatan Muda Muhammadiyah Kota Pekalongan di Kantor Pemkot Pekalongan, Ahad (04/02).
Saelany menambahkan pihaknya akan merangkul organisasi dan komunitas dalam penanganan penyalahgunaan dan sosialisasi bahaya narkoba.
“Kami sangat mendukung dan mengapresiasi pembentukan Satgas Narkoba Angkatan Muda Muhammadiyah semoga dapat menekan dan mengurangi dampak Narkoba di Kota Pekalongan,” lanjut Saelany. (WD)










