Pemalang, Wartadesa. – Kasus pembunuhan yang dilakukan oleh menantu terhadap mertuanya di Desa Majalangu Kecamatan Watukumpul, membuat geger warga. Korban pembunuhan bernama Siti Rahayu yang merupakan warga Desa Jojogan dan mengontrak rumah di Desa Majalangu. Beredar di masyarakat bahwa korban dimasukkan ke dalam karung dan dibuang ke kali, Ahad (26/4).
Kepala Desa Jojogan, Irman Faozi membenarkan kejadian tersebut. “Benar, korban adalah warga Desa Jojogan yang mengontrak di Dukuh Bungkus Desa Majalangu,” terang Irman Faozi.
Pelaku adalah Priska Dwi Saputro (30) menantu korban. Ia membunuh korban pada Ahad dinihari, jazad korban dibungkus di karung dan dibuang di sungai. Kasus pembunuhaan tersebut mulai terkuak, ketika pukul 06.30 WIB, Atik, salah seorang tetangga korban mendengar anak korban yang berumur 3.5 tahun, menangis.
Saat didatangi, Atik terkejut mendapati bercak darah di sekitar dapur dan kamar mandi rumah korban. Atik kemudian menelepon anak korban, Dwi Hartiani, yang sedang bekerja di Randudongkal. Atik pun selanjutnya melapor ke Polsek Watukumpul.
Kapolsek Watukumpul AKP Muawan Subagio membenarkan peristiwa pembunuhan sadis di Desa Majalangu tersebut. Saat ini, menurutnya, pelaku sudah ditahan, dan sedang didalami motifnya. “Ya benar ada pembuhuhan, masih kita dalami,” katanya.
Diari pengakuan pelaku, ia tega menghabisi mertuanya dengan golok sekitar pukul 02.00 WIB. Setelah dihabisi, mayat korban dibuang ke Sungai Keruh Kesesi, perbatasan Pemalang-Pekalongan.
Aksi sadis ini dilakukan Priska Dwi Saputro lantaran kesal dan tak terima, disuruh cerai dari istrinya.
Kasat Reskrim Polres Pemalang, AKP Suhadi menerangkan, polisi menangkap pelaku usai melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) di rumah korban, Dukuh Bungkus RT 001 RW 006 Desa Majalangu Kecamatan Watukumpul, Pemalang. “Pembunuhan didasari motif dendam, karena pelaku tidak terima disuruh cerai dari istrinya oleh korban,” imbuhnya.
Usai membunuh mertuanya, pelaku membuang mayat korban ke sungai Keruh Kesesi. Dari hasil pemeriksaan, terungkap bahwa aksi pembunuhan terhadap korban, Siti Rahayu, tidak hanya dilakukan tersangka Priska Dwi Saputro.
“Pelaku pembunuhan ada dua orang, satu pelaku lainnya bernama Wahono. Kedua pelaku sudah kita tangkap,” jelasnya.
Meski berhasil menangkap kedua pelaku, namun mayat korban hingga kini belum juga ditemukan. Proses pencarian terhadap korban terus dilakukan dengan menyusuri sungai Keruh. (Eva Abdullah)










