WARTADESA, LEBAKBARANG.– Umat Muslim di Indonesia memiliki tradisi unik arak-arakan kubah masjid. Yanki prosesi kirab berkeliling kampung, dengan membawa kubah masjid diiringi dengan iring-iringan warga.
Tradisi ini digelar dalam proses pembangunan masjid Safinatunnajah, yang menandakan proses konstruksi telah sempurna, dan dapat digunakan untuk beribadah.
Seperti yang sedang dirayakan masyarakat di Dusun Pandansari Desa/Kecamatan Lebakbarang, Kabupaten Pekalongan, pada jumat 16 februari 2024. Kubah besar tersebut, diarak mengelilingi pemukiman desa, pada pukul 08.00 pagi. Acara berlangsung meriah.
Sebelum dipasang, kubah diarak oleh ratusan warga dan jamaah dengan diiringi lantunan takbir dan shalawat.
Setelah diarak, kubah diangkat ke atas bangunan masjid Safinatunnajah disertai adzan.
Arak-arakan kubah masjid ini, merupakan budaya umat Islam di Desa Lebakbarang.
Turyati selaku tokoh masyarakat mengatakan, membangun masjid Safinatunnajah, hendaknya tidak hanya fokus pada konstruksi fisik semata,
Lebih dari itu, masjid Safinatunnajah, harus bisa menjadi sumber spiritualitas bagi jamaahnya. (Kurdi)










