Kedungwuni, Wartadesa. – Berbahan dasar Ketan, jajan tradisional bernama Gemblong adalah salah satu warisan kekayaan kuliner dari para leluhur. Dulu jenis jajan yang satu ini biasanya mudah ditemukan di tempat hiburan, hajatan masyarakat atau semacamya.
Seiring dengan kemajuan zaman dan daya beli masyarakat, Gemblong juga bisa ditemukan setiap hari, baik di pasar ataupun mangkal di satu tempat.
Salah satu warga asal Desa Ketitang Kidul Kecamtan Bojong teryata masih menggeluti bisnis jajan, kearifan lokal ini, dia mengaku belajar dan mencintai usaha Gemblong secara turun temurun.
Sejak dari sang buyut, keluarga Rina sudah dekat dengan usaha Gemblong tersebut, “Usaha Gemblong ini merupakan warisan turun temurun dari buyut saya.” Ujarnya.
Rina menambahkan, “Buyut juga berpesan agar usaha seperti ini ( jualan Gemblong_red) tetap di lestarikan. Alhamdulilah saya juga sangat mencintai usaha ini dan saya tetap optimis walaupun di tengah-tengah hadirnya kue modern kian marak, karena saya yakin untuk jajan tradisional juga punya pengemar.” Ucap Rina.
“Adapun varianya adalah Gemblong santen, ketan, klepon, lupis, dan cenil, jadi yang mau beli bisa memilih sesuai selera ” Ucap pemilik Gemblong Ketan yang mangkal di depan Pegadaian Kedungwuni dan buka setiap pukul empat sore ini. ( Eva abdullah )










