Wonopringgo, Wartadesa. – Siang Senin (07/01) kemarin, bocah bernama AH dan NI (7), warga Siputut Kecamatan Wonopringgo Kabupaten Pekalongan melanjutkan menjajakan dagangannya selepas sekolah. Dengan menahan tubuh yang masih sakit sejak seminggu lalu, kedua bocah tersebut menawarkan dagangannya.
Kisah bocah penjual gorengan yang viral di media sosial ini sungguh menyayat hati. Bagaimana tidak, AH yang dalam kondisi sakit, tiap pagi harus membawa 100 gorengan, dengan berjalan kaki ke sekolah tempatnya bersekolah di sebuah madrasah di Wonopringgo.
Bersama adiknya, NI yang juga membawa boks gorengan. “Tiap pagi jalan kaki ke sekolah, bawa 100 gorengan. Sambil jualan di sekolah, setelah sekolah keliling untuk menghabiskan gorengan,” tutur AH saat ditanya Wartadesa, seperti ketakutan, saat menjawab pertanyaan tersebut.
AH sempat menolak untuk diantar ke Puskesmas Wonopringgo, menurut kakak AH, NI, adiknya sakit sudah lama, “biasane ditumbaske obat karo ibu, tapi saiki obate entek, dadi ora diobati neh,” tutur NI polos.
Anak pasangan Dwi Susanto dan Sri Hartati ini mejelaskan, selain jualan di sekolah pagi hingga siang, sore hari harus jualan gorengan di lapangan alun-alun Gemek, Bebekan Kedungwuni hingga pukul 23.00 WIB bahkan kadang sampai dini hari. “Nek dagangane ora entek, diseneni bapak … ” lanjut NI.
Muslimin, guru madrasah tempat kedua bocah kelas satu ini bersekolah mengungkapkan bahwa pihak sekolah pernah membicarakan masalah tersebut ke orang tua bocah malang tersebut, “Bu Kaji (kepala sekolah) pernah datang menemui orang tua, ngandani ben anak tersebut tidak bekerja. Sempat beberapa lama anak tersebut tidak jualan gorengan, namun kembali jualan lagi,” tuturnya.
AH dan NI ini lahir bersamaan hanya selang lima menit, saat ini kelas satu di sebuah madrasah di Wonopringgo, sedang kakaknya saat ini duduk di kelas tiga, pada madrasah yang sama. “Kedua anak tersebut merupakan anak pindahan, baru kelas satu. Kakaknya kelas tiga,” lanjut Muslimin.
Saat diberitahu bahwa cerita kedua bocah tersebut viral di media sosial, Muslimin menjawab baru tahu kalau kisah bocah tersebut viral.
Septian, salah seorang warga peduli yang mengantarkan AH berobat ke Puskesmas Wonopringgo, dia berharap pihak berwenang melakukan penanganan lebih lanjut. “Harapannya kedua atau ketiga anak-anak dari pasangan Dwi Susanto dan Sri Hartati ini tidak menjadi korban mempekerjakan anak dibawah umur, oleh orang tuanya,” tuturnya.
Diketahui, ibu bocah tersebut dalam kondisi hamil, dia yang menyiapkan gorengan untuk dijual anak-anaknya. Sementara Bapak bocah tersebut mengawasi bocah-bocah tersebut berjualan. (Eva Abdullah)










