close
Hukum & Kriminal

Motif pembunuhan Chandra Prayoga terungkap, begini cara tersagka eksekusi korban

bay
Simalungun, Wartadea. – MENYISAKAN kepiluan mendalam bagi keluarga korban. Sebelum di bunuh, remaja pelajar kelas VIII [2] SMP, Chanda Prayuga (13) warga Huta Bah Joga Nagori Bah Joga Kecamatan Jawa, Maraja Bah Jambi Kabupaten Simalungun Provinsi Sumatera Utara, masih berkumpul minum bersama dengan kedua tersangka dan teman lainnya di rumah tersangka MA alias Aldi.
Hal ini diketahui dari pengakuan kepada penyidik oleh kedua tersangka pembunuh, MA alias Aldi (18) warga jalan Asahan Km 17 Nagori Bangun 17 Kecamatan Gunung Malela serta RBP alias Riski (17) warga Bah Joga Kecamatan Jawa Maraja Bah Jambi Kabupaten Simalungun, yang di reka ulang dalam rekonstruksi.
Rekonstruksi pembunuhan yang berujung pada perampasan harta benda milik korban di gelar Sat Reskrim dan Unit INAFIS Polres Simalungun di areal kantor Sat Reskrim, Rabu (15/4/2020) pukul 10.00 Wib.
Pada rekonstruksi, kedua pelaku memperagakan kronologi aksi sadis yang mereka lakukan kepada teman sendiri hanya karena kebingungan mengupayakan uang sebesar 500 ribu untuk mebebus sepeda motor milik Aldi yang digadaikan.
Aldi yang bingung, curhat kepada Riski. Tanpa di duga, Riski menawarkan solusi untuk merampas handphone dan sepeda motor milik teman mereka, Chanda Prayuga. Curhat berlangsung di rumah Aldi pada hari Sabtu pukul 16.30 Wib
Tawaran solusi dari Riski di respon Aldi. “Bagaimana caranya?” Tanya Aldi. Kemudian Riski ingin mematangkan, “Apa kita bunuh saja? Nyucuk aku gak berani, tapi mencekik berani. Ujar Riski pada Aldi saat mengatur cara mengambil harta benda Chanda Prayuga. “Iya, kalau begitu ayolah!”. Aldi setuju.
Berjalan lancar dan aman. Ada 22 adegan yang di reka ulang kedua tersangka. Sementara korban diperankan oleh seorang pegawai sipil Polres Simalungun. Ungkap Humas Polres Simalungun dalam rilis Pers.
Selanjutnya dalam adegan. Pada pukul 20.00 Wib, korban Chanda Prayuga datang ke rumah tersangka Aldi bersama teman lainya, Chanda Prayuga berboncengan bersama dan menggunakan sepeda motor milik Agung Abengli.
Sementara Dani dan Sifa mengendarai sepeda motor milik Chada Prayuga. Tidak lama, datang lagi Fajar dan Abdi.
Mereka ngumpul minum tuak yang sudah disediakan di rumah tersangka Aldi hingga larut. Pada pukul 22.30 Wib, dengan alasan ngantuk, Riski masuk ke kamar.
Mengingat rencana. Pukul 23.00 Wib, Aldi mendatangi dan membangunkan Riski ke kamar. “Cemana? Tanya Aldi pada Riski. “Ayolah”. Jawabnya pada Aldi lalu bergerak menemui korban Chanda Prayoga
Korban tidak menyadari maut mengintainya. Aldi mengajak korban keluar rumah dengan alasan untuk menemui cewek dan di sambut setuju oleh korban tanpa merasa curiga sama sekali.
Mengendarai sepeda motor milik korban Aldi menjadi joki, Chanda Prayuga duduk di tengah dan tersangka Rizki paling belakang. Mreka bergerak menuju perkebunan Karet di Afdeling II Blok I-19 TBM 2014 kebun PTPN III Bangun Huta II Nagori Bangun Kecamatan Gunung Malela Kabupaten Simalungun. Di sini juga mayat korban ditemukan penggembala lembu.
Tanpa diketahui korban apa rencana kedua pelaku. Aldi menghentikan sepeda motor. Korban bertanya kenapa berhenti di sini? Aldi menjawab “Sebentar dek, ada ini cewek yang mau datang kemari”. jawabnya sambil pura pura buang air kecil.
Selesai buang air kecil, Aldi mendekati korban Chanda Prayoga. Dalam posisi jongkok berdampingan dengan korban. Alasan untuk menelepon cewek yang sedang di tunggu, Aldi meminjam handphone milik korban. Skenario yang Bagus, tersangka Rizki berada di belakang korban juga berpura pura kencing.
Seusai alasan buang air kecil, Rizki berpura pura menggamit leher korban menggunakan siku tangan. Mendapat perlakuan begitu korban berdiri untuknmelepaskan jepitan tangan Riski, “awaslah bang, jangan kek gitu bang”. Sergah korban
Bukan melepaskan, justru jepitan semakin kuat diiringi berontak korban untuk melepaskan diri hingga jatuh terlentang dengan posisi tubuh korban menimpa tubuh pelaku, Riski.
Chanda Prayuga akhirnya lemas tidak mampu lagi meronta. Meski terjatuh, jepitan tangan pelaku tidak lepas. Bahkan tersangka Aldi datang membantu menekan tangan Riski dari atas agar tekanan semakin kuat menjepit leher korban. Aksi cekik berlangsung selama 20 menit. Korban tidak bergerak lagi.
Riski perlahan melepaskan jepitan. Dia metaba hidung korban untuk memastikan korban Chanda Prayoga sudah tidak bernafas lagi. Tidak cukup. Untuk lebih yakin korban telah mati, Rizki memijak dada dan kepala diikuti Aldi memijak perut korban yang tidak lagi bergerak dalam posisi terlentang.
Hidup Chanda Prayoga berakhir. Dia tewas di tangan temannya sendiri. Jasad remaja di seret pelaku ke semak semak dan ditinggalkan. Riski dan Aldi pergi menggunakan sepeda motor korban untuk mencari cangkul.
Kedua pelaku berhasil mendapat cangkul dari belakang bagian luar rumah temannya, Dani. Lalu keduanya kembali ke lokasi eksekusi untuk menggali lubang buat mengubur korban. Upaya ini di duga untuk menghilangkan jejak.
Selesai menggali lubang sedalam ukuran paha pelaku lalu korban dimasukan dengan posisi terduduk, kaki memanjang lurus ke depan. Kepala menunduk lalu di timbun.
Tidak seluruh jasad korban tertimbun. Masih terlihat bahagian punggung korban. Lalu pelaku melemparkan cangkul di sekitar lokasi. Selanjutnya kedua pelaku pergi membawa sepeda motor korban menuju rumah tersangka Aldi.
Sebelum tiba, tidak jauh dari rumah Aldi sepeda motor disembunyikan di perkebunan karet berikut handphone dimasukan ke dalam jok sepeda motor.
Sejak itu korban tidak pulang hingga pihak keluarga membuat laporan orang hilang ke Polsek Bangun dan berhasil ditemukan pada hari Rabu (8/4/2020) pukul 14.00 Wib dalam keadaan tidak bernyawa mulai membusuk. (wd-bay)
Tags : chandrasimalungun