close
Lingkungan

Alih fungsi lahan jadi penyebab longsor di Pranten Batang

longsor pranten

Batang, Wartadesa. – Alih fungsi lahan di Desa Pranten Kecamatan Bawang, Kabupaten Batang disinyalir menjadi penyebab longsor dan banjir bandang yang menutup akses jalan warga setempat, Jum’at (17/04) kemarin.

Diketahui, hujan deras yang mengguyur wilayah Kecamatan Bawang, kemarin mengakibatkan banjir lumpur yang membanjiri beberapa jalan di Dukuh Sigemplong Desa Pranten Kecamatan Bawang Kabupaten Batang.

Selain banjir disertai material lumpur, longsor terjadi hingga menyebagbkan akses menuju Pranten–Bawang tidak dapat di lewati pengguna jalan, walaupun tidak menimbulkan korban jiwa namun terdapat kerugian pada petani, dengan luas area yang terkena bencana alam seluas tiga hektar tanaman bawang putih.

“Alih fungsi lahan hutan salah satu faktor terjadinya tanah longsor, untuk meminimalisir bencana longsor maka mulai sekarang perbanyak tanaman keras yang bisa menyimpan air serta cocok ditanam di daerah tebing,” ujar Wihaji saat meninjau lokasi dan memimpin kerja bakti membersihkan material longsor, Sabtu (18/04).

“Saya apresiasi dan berterima kasih atas dedikasi dan jiwa relawan TNI Polri dan ormas melakukan pembersihan material longsoran, sehingga jalan bisa dilalui kembali,” lanjut Wihaji.

Wihaji juga berharap dengan kejadian tanah longsor bisa menjadi pelajaran bagi kita, agar menjaga kelestarian hutan dan ekosistem alam. Sehingga bisa meminimlaisir dan mencegah bencana longsor.

Sementara itu, Kepala Pelaksanan BPBD Kabupaten Batang, Ulul Azmi mengungkapkan, bencana longsor dan banjir bandang terjadi, Jumat (17/4) pukul 08.00 WIB, menyebabkan tebing setinggi 50 meter dan lebar 25 meter longsor membawa material menutupi Jalan Dukuh Pranten Desa Pranten Kecamatan Bawang.

“Walaupun bencana longsor dan banjir bandang yang menimpa Desa Praten tidak ada korban jiwa namun, ada kerugian petani diprediksi Mencapai Rp455 juta,” jelas Ulul Azmi.

Kapolsek Bawang Polres Batang AKP Muharom mengatakan bahwa Desa Pranten merupakan wilayah paling rawan bencana. “Desa Pranten daerah paling rawan bencana tanah longsor, karena masuk rawan bencana Polsek dan Koramil Bawang berupaya semaksimal mungkin mempersiapkan gencarkan sosialisasi masyarakat agar tanggap dan tangguh bencana,”kata AKP Muharom. (Eva Abdullah)

Terkait
Longsor, jalur Sigemplong-Rejosari lumpuh total

Batang, Wartadesa. - Jalan pedukuhan yang menghubungkan Dukuh Rejosari dan Dukuh Rejosari Sigemplong lompuh total akibat dua titik tebing di Read more

Masuk musim penghujan, ini pemetaan wilayah rawan longsor dan banjir di Pekalongan

Kajen, WartaDesa. - Masuknya musim penghujan di Kota Santri membuat Pemerintah Kabupaten Pekalongan menghimbau warga untuk waspada terhadap bencana longsor Read more

Tebing longsor di Songgodadi, akses jalan sempat lumpuh

Petungkriyono, Wartadesa. - Akses jalan penghubung antara Kecamatan Lebakbarang-Petungkriyono sempat terputus akibat tebing setinggi 25 meter, selebar 10 meter di Read more

Langganan! Longsor kembali terjadi di Sidomulyo Lebakbarang

Lebakbarang, Wartadesa. - Longsor kembali terjadi di Dukuh Sidokidul, Desa Sidomulyo, Kecamatan Lebakbarang, Pekalongan. Wilayah tersebut merupakan daerah langganan longsor Read more

Tags : banjir bandangbanjir lumpurlongsorpranten