Pemalang, Wartadesa. – Meski seluruh jajaran Polres di wilayah Pemalang hingga Batang telah memberikan informasi dan sosialisasi bahwa kabar penculikan anak merupakan berita bohong. Nyatanya, masih banyak warga yang terpengaruh dengan desas-desus orang gila atau orang yang berpura-pura gila merangkap pekerjaan sebagai tukang culik.
Beberapa kali kejadian main hakim sendiri yang dilakukan oleh sekelompok warga yang mencurigai orang gila sebagai culik di Kabupaten Pemalang. Kali ini menimpa Priyandi Bin Sudino (21), warga Desa Kabunan Taman, diketahui pemuda ini mengalami gangguan jiwa (stress). Dia berjalan wira-wiri di lingkungan Desa Kalirandu. Namun naas pemuda stress yang berjalan mondar-mandir di lingkungan penduduk ini dianggap sebagai culik. “Warga mengira pemuda tersebut akan melakukan tindakan kriminal penculikan, karena lagi marak berita tentang penculikan,” Ujar Waka Polsek Petarukan, Ipda Ngasri.
Ipda Ngasri menjelaskan kronologi, awal mula kejadian sekira jam 14.30 wib, pelaku berjalan wira- wiri dilingkungan penduduk Desa Kalirandu, lama-lama beberapa masyarakat mencurigai orang tersebut mau berbuat kriminal. Kemudian pelaku ditangkap beramai ramai dan diteriyaki culik.
Selanjutnya Priyandi dibawa ke balai desa. Berita tentang penangkapan culik yang diamankan di balai desa tersebut segera menyebar dengan cepat. Ratusan warga merangsek ke balai desa untuk menyaksikan diduga penculik dari dekat.
“Karena massa lebih kurang 100 orang. Semakin lama semakin banyak, pelaku langsung di bawa ke Polsek Petarukan. Selama perjalanan ada yang memberi informasi bahwa orang tersebut rumahnya di Desa Kabunan, Taman. Setelah diadakan koordinasi dengan Polsek Taman, keluarga pelaku menunggu di Polsek Taman. Selanjutnya Waka Polsek Petarukan bersama Ka Spk Taman menyerahkan ke keluarga dan untuk dipelihara diobati dengan baik.” Ungkap Ipda Ngasri.
Orang tua Priyandi, Sudino (44) mengucapkan banyak terima kasih kepada pihak kepolisian yang telah mengamankan anaknya, sehingga tidak disakiti orang banyak. Sudino membenarkan anaknya sudah lama sakit gila, serta pernah dibawa ke dokter jiwa. “Kalau obatnya habis kadang sering kumat dan jalan-jalan tanpa tujuan.” Ujar Sudino. (tribratanewspemalang)










