close
Sosial Budaya

Ngamuk dan mengumpat, orgil ini diikat, selanjutnya dibawa ke RSJ Semarang

orgil

Wiradesa, Wartadesa. – Kasihan nasib Hamimatul Halifah alias Cempluk, hanya gara-gara hilang ingatan (gila) dan sering mengamuk, juga mengumpat dengan kata-kata kasar, dia harus diikat di depan rumahnya. Cempluk diikat ketika kumat, bereaksi garang dan mengucapkan kata-kata ingin membunuh bapaknya.

Seperti terjadi Senin (11/9) tadi, Cempluk yang tinggal di Delegtukang Kecamatan Wiradesa, Kabupaten Pekalongan, Jawa Tengah, sedang kumat. Dia mengamuk, hingga harus diikat. Kejadian tersebut kemudian dilaporkan kepada kepala desa setempat, Endang Mulya.

Menurut Endang, Cempluk sering kumat, dan warga sering ketakutan bila terjadi penyerangan kepada warga. Kemudian Endang melaporkan kejadian tersebut ke pihak kepolisian terdekat.

Brigadir Andang Deki yang mendapat laporan dari Kades Delegtukang mengungkapkan bahwa dirinya memang sudah mendapatkan informsi dari warga tentang kejiwaan Cempluk. Kemudian dengan Pak lurah,  Endang Mulya dan Kasturah, orang tua Cempluk, melakukan pengumpulan informasi kejadian (kumatnya Cempluk).

Selanjutnya disepakati agar Hamimatul Halifah untuk dilakukan dimankan sementara agar tidak mengamuk dan membahayakan warga lainya, sembari melengkapi berkas untuk keperluan nantinya dibawa ke RSJ Semarang. Tutur Andang. (WD, Humas Polres Pekalongan)

Terkait
Pantai Depok, Nasibmu Kini

Meski sudah ada pemecah ombak, abrasi terus menggerus Pantai Depok Pekalongan (12/10)

Rusak, warga rehab Mushola “Pasar Kebo”

Warga sekitar Mushola Pasar Kebo - Kajen merehab Mushola, Jum'at (14/10). Foto : Eva Abdullah/wartadesa Kajen, Read more

[Video] Pantai Siwalan Nasibmu Kini

https://youtu.be/-ifv0wgTxAM Pesisir pantai siwalan hingga wonokerto Kab. Pekalongan terus terkikis, Pemukiman warga terus terancam hilang. Sebagian rumah warga  sudah tidak Read more

Meneruskan estafet kepemimpinan rating IPPNU Pecakaran

Pelantikan Pimpinan Ranting IPNU IPPNU Pecakaran, Wonokerto - Pekalongan berlangsung khidmad. (14/10) Foto : Wahidatul Maghfiroh/wartadesa. Read more

Wartawan Warta Desa dilarang menerima suap atau sogokan dalam bentuk apapun, termasuk uang, barang, atau fasilitas, yang dapat mempengaruhi independensi pemberitaan. Jika menemukan hal tersebut, mohon difoto dan dilaporkan kepada redaksi dan pihak kepolisian

Tags : gilaorang gila