Wiradesa, Wartadesa. – Kasihan nasib Hamimatul Halifah alias Cempluk, hanya gara-gara hilang ingatan (gila) dan sering mengamuk, juga mengumpat dengan kata-kata kasar, dia harus diikat di depan rumahnya. Cempluk diikat ketika kumat, bereaksi garang dan mengucapkan kata-kata ingin membunuh bapaknya.
Seperti terjadi Senin (11/9) tadi, Cempluk yang tinggal di Delegtukang Kecamatan Wiradesa, Kabupaten Pekalongan, Jawa Tengah, sedang kumat. Dia mengamuk, hingga harus diikat. Kejadian tersebut kemudian dilaporkan kepada kepala desa setempat, Endang Mulya.
Menurut Endang, Cempluk sering kumat, dan warga sering ketakutan bila terjadi penyerangan kepada warga. Kemudian Endang melaporkan kejadian tersebut ke pihak kepolisian terdekat.
Brigadir Andang Deki yang mendapat laporan dari Kades Delegtukang mengungkapkan bahwa dirinya memang sudah mendapatkan informsi dari warga tentang kejiwaan Cempluk. Kemudian dengan Pak lurah, Endang Mulya dan Kasturah, orang tua Cempluk, melakukan pengumpulan informasi kejadian (kumatnya Cempluk).
Selanjutnya disepakati agar Hamimatul Halifah untuk dilakukan dimankan sementara agar tidak mengamuk dan membahayakan warga lainya, sembari melengkapi berkas untuk keperluan nantinya dibawa ke RSJ Semarang. Tutur Andang. (WD, Humas Polres Pekalongan)










