close
Hukum & Kriminal

Pamit nyopir ke Jatim, kabarnya ditembak mati densus 88 karena diduga teroris

endar prasetyo

Batang, Wartadesa. – Penembakan oleh densus 88 terhadap terduga teroris di Dusun Siwalan, Kecamatan Jenu, Tuban, Sabtu (8/4) mencatat dua warga Batang tewas dalam perburuan tersebut.

Pihak kepolisian mengidentifikasi Adi Handoko, lahir di Batang, 29 Maret 1983, beralamatkan di Dukuh Limbangan, Kec. Tersono, Kab. Batang dan Endar Prasetyo, lahir pada 28 Juni 1965, beralamatkan di Dukuh Limbangan, Kec.Tersono, Kab. Batang tewas dalam kejadian tersebut. Demikian dikutip dari Tribun.

Mendengar kabar bahwa Endar Prasetyo, tewas oleh Densus 88 karena diduga teroris di Jawa Timur. Pihak keluarga tidak percaya bahwa anaknya sebagai salah satu terduga teroris yang tewas dalam baku tembak dengan Densus 88 di Tuban.

Ibu Endar Prasetyo, Murini (56), Senin (10/4) mengatakan bahwa selama ini anaknya hanya bekerja sebagai sopir mobil sewaan (rental) sehingga keluarganya tidak mengetahui jika Endar Prasetyo (32) diduga sebagai pelaku aksi terorisme. “Kami tidak percaya jika Endar Prasetyo tewas ditembak mati oleh Densus 88 karena pada Kamis (6/4) hanya pamit bekerja menyopir untuk membawa rombongan ke Jatim.” Demikian dilansir dari Antara Jateng.

Murini mendapat kabar tentang tertembaknya Endar Prasetyo dari perangkat desa dan Kepolisian Sektor (Polsek) Tersono. “Saat itu, kami kaget mendengar kabar jika Endar Prasetyo tewas tertembak oleh tim Densus 88 di Tuban karena pada Kamis kemarin dirinya masih berkomunikasi mau pergi membawa rombongan ke Jawa Timur.”

Murini menolak tuduhan bahwa Endar Prasetyo disebut sebagai pelaku teroris, karena selama ini Endar tidak berlaku aneh dan hanya bekerja sebagai sopir rental.

Murini hanya berharap agar pihak kepolisian segera memulangkan jenazah anaknya untuk dimakamkan di kampung halamannya.

Sementara itu Ketua Rukun Tetangga (RT) Dukuh Limbangan, Desa Rejosari Barat, Kecamatan Tersono, Amat mengatakan aparat keamanan telah mendata keseharian Endar Prasetyo.

Amat juga tidak menduga jika Endar Prasetyo sebagai teroris karena keseharianya berperilaku baik kepada warga sekitar. (tribun, antara)

Terkait
GP Ansor Kab. Pekalongan serukan warga tak ikut demo

GP Ansor Kab. Pekalongan menghimbau agar warga NU Kab. Pekalongan tidak ikut-ikutan melakukan aksi demo ke Jakarta tanggal 4 Nopember Read more

Operasi Zebra akan digelar serentak November ini

Pekalongan, Wartadesa. - Seluruh jajaran Polsek, Polres dan Polda di Indonesia akan menggelar operasi zebra, terhitung mulai tanggal 16 hingga Read more

Awas penipuan berkedok pengiriman data guru

Pekalongan, Wartadesa. Hati-hati terhadap email yang dikirim dari Hamid Muhammad dengan alamat email humasdikdasmen@gmail.com, email  berupa permintaan data guru dan Read more

Mayat ditemukan di Ponolawen Kesesi

Kesesi, Wartadesa. - Sesosok mayat ditemukan di Desa Ponolawen Kecamatan Kesesi Kabupaten Pekalongan pagi tadi, Selasa (8/11). Korban ditemukan subuh, Read more

Wartawan Warta Desa dilarang menerima suap atau sogokan dalam bentuk apapun, termasuk uang, barang, atau fasilitas, yang dapat mempengaruhi independensi pemberitaan. Jika menemukan hal tersebut, mohon difoto dan dilaporkan kepada redaksi dan pihak kepolisian

Tags : densus 88diduga teroristeroris Jatimteroris Tuban