close
menikah di masjid polres batang
prosesi akad nikah di mapolres Batang

Batang, Wartadesa. – Biasanya pasangan pernikahan akan melakukan ijab-qabul di masjid terdekat salah satu mempelai. Namun Achmad Wahyu  (25), warga Kalimanggis, Kecamatan Subah,  menjalani pernikahan di masjid Kepolisian Resor Batang, Jawa Tengah, karena tersangkut kasus pencurian kayu jati di kawasan Perhutani Subah. Selasa (5/3) siang.

Keterangan dari Kepala  Kepolisian Resor Batang AKBP Edi Suranta Sinulingga  mengatakan bahwa tersangka Achmad Wahyu melakukan pencurian kayu jati bersama Sobirin (30) warga Kecamatan Subah milik Kesatuan Pemangku Hutan(KPH) Perhutani Kendal .

“Tersangka Achmad Wahyu bersama Sobirin ditangkap polisi saat operasi Cipta Kondisi di pertigaan Desa Kalisalak, Kecamatan Limpung pada 13 Februari 2019. Namun, pada hari ini, tersangka terpaksa harus menjalani pernikahan dengan calon istri Kristiani (23) di masjid Polres Batang,” katanya dilansir dari Antara.

Terkuaknya kasus pencurian yang dilakukan oleh Wahyu berasal dari laporan masyarakat yang curiga dengan aksi pencurian kayu milik PT Perhutani Subah. Setelah dilakukan penyelidikan sekaligus menangkap dua pelaku yang saat itu membawa belasan kayu jati yang dibawa dengan menggunakan truk berpelati nomor polisi G 1610 MC.

“Saat ditangkap, dua tersangka tidak bisa menunjukan surat keterangan hasil hutan. Saat dihentikan, sopir truk Sobirin tidak bisa menunjukan surat keterangan hasil hutan sehingga mereka kami bawa ke Mapolres Batang untuk dimintai keterangan lebih lanjut,” kata Edi Suranta.

Edi menambahkan, pihaknya mengamankan 11 potong kayu jati dan sebuah truk engkel. Para tersangka akan dijerat Undang-Undang Nomor 18 Tahun 2013 tentang Pencegahan dan Pemberantasan Kerusakan Hutan dengan ancaman hukuman minimal 1 tahun penjara dan maksimal 5 tahun penjara.  “Kami menduga masih ada pelaku lain yang kini masih dalam proses pengejaran oleh polisi,” katanya. (Antara)

Tags : Batangmenikah di masjid polresmenikah di masjid polres batang

Leave a Response