Kedungwuni, Wartadesa. – Sepasang pasutri (pasangan suami-istri) Randhim-Kasri hidup di sebuah gubuk renta selama sepuluh tahun lebih, di Desa Podo Kecamatan Kedungwuni, Kabupaten Pekalongan. Tepatnya di jalan masuk Perumahan Puri Kedungwuni.
Pasangan renta yang berasal dari Kecamatan Kalibening ini, selain harus berhadapan dengan ekonomi mereka harus berhadapan dengan kesehatan lantaran sang istri, mbah Kasri ternyata mengidap penyakit asma sejak kecil. Hingga mereka harus rutin membeli obat.
Yang mengenaskan lagi sang suami (mbah Randhim) tidak bisa menaiki sepeda hingga harus jalan kaki atau menumpang orang lain bila membeli obat.
“Saya tinggal di sini sudah sepuluh tahun lebih,” sebut mbah Kasri. Saat ditanya keberadaan sang suami mbah Kasri mengatakan, sang suami sedang membeli obat asma yang sudah ia derita sejak kecil, “ke apotek, beli obat asma,” lanjutnya.
Penggial LSM, Sakdullah mengatakan, pemerintah harus hadir untuk membantu kedua orang tersebut
“Dalam hal seperti ini, pemerintah harus hadir, dan potret kehidupan masyarakat yang seperti ini jangan sampai ada lagi,” harap Sakdullah Ketika diwawancarai di lokasi, Selasa (25/09).
Sementara itu Azizu Rochman, pemilik kebun yang ditempati pasangan kakek-nenek renta ini mengungkapkan bahwa mereka tidak mempunyai rumah. “Yang bersangkutan tidak punya rumah, turu sak nemuni nggon, bekerja serabutan, kemudian ketemu sama almarhum bapak, oleh almarhum pasangan ini ditampung untuk menempati lahan disitu.” ujarnya. (WD)










