Pemalang, Wartadesa. – Siapa yang tidak mengenal Pasar Pagi Pemalang? Mungkin hampir keseluruhan warga Pemalang dan sekitarnya tahu. Pasar yang sudah lama berdiri tersebut, kini kondisinya tidak lagi nyaman bagi pembeli.
Keluhan warga tersebut diungkapkan oleh warga, Sabtu (24/11) saat kontributor Warta Desa berada di lokasi pasar kebanggaan Wong Pemalang. Menurut warga, pasar kebanggaannya kini berubah menjadi semrawut (tak teratur).
“Dulu kondisi pasar kebanggan Wong Pemalang ini tertata … mulai dari tempat parkir, pedagang, dan angkutan tradisional becak,” tutur Nur (45), warga Wanarejan Utara, Kecamatan Taman, Pemalang.
Menurut Nur, wanita yang tiap pagi belanja kebutuhan dapur di Pasar Pagi Pemalang ini, kesemrawutan pasar akibat pedagang yang meluber di luar pasar. ” Saiki pasar pagi semrawut mas, ora koyo biyen pedagange neng njero, saiki mah podo neng njobo dadi dalane sempit.” Tuturnya.
Pantauan Warta Desa, informasi yang beredar dikalangan pedagang, ada rencana renovasi pasar. Namun hingga saat ini belum ada sosialisasi, kapan renovasi akan dilakukan. “Katanya pasar akan dilakukan renovasi tahun ini, namun hingga saat ini pedagang belum mendapat sosialisasi dari dinas terkait,” ujar Darsono, salah seorang pedagang.
Warga berharap Pemerintah Daerah Pemalang melalui dinas terkait melakukan penertiban. Khususnya pedagang yang menggelar dagangannya diluar, sehingga para pembeli yang hendak masuk pasar untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari lebih nyaman.
Seperti diketahui, pada Maret 2018 lalu, Pemerintah Kabupaten Pemalang merencanakan akan merelokasi pasar ke sebelah utara, di Jalan Slamet Riyadi dengan anggaran Rp. 200 miliar dengan lahan sembilan hektar. Pembangunan pasar yang dipihak-ketigakan tersebut rencananya akan dibangun tahun ini. Namun hingga berita ini ditulis, belum ada kejelasan, dimulainya pembangunan pasar.
Sebelumnya, Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUTR) Supriyantopo mengungkapkan bahwa lokasi pasar saat ini akan dibangun ruang terbuka hijau (RTH). “Lokasi bekas pasar rencana akan digunakan untuk ruang terbuka hijau,” ujarnya. (Eky Diantara)










