Pemalang, Wartadesa. – Belasan lapak pedagang kaki lima yang biasa disebut warga sebagai Pasar Tiban yang membuka lapaknya di Pabrik Gula (PG) Comal Baru Kecamatan Ampelgading Kabupaten Pemalang, Jawa Tengah ditertibkan oleh muspika setempat. Selain itu para pedagang juga mendapat pembinaan, Senin (09/04).
Saat ini, sedikitnya ada 13 lapak pasar tiban yang sudah meminta ijin kepada pihak PG Comal Baru. Mereka adalah pedagang buah-buahan, anake jajanan anak, mainan, asesoris, penjual bahan bakar dan lain-lain.
Camat Ampelgading, Mulyanto mengaku akan tetap menertibkan PKL Pasar Tiban PG Comal Baru bila tidak tertib. “Walaupun saat ini para pedagang sudah membayar retribusi kepada pihak PG Comal Baru namun kalau tidak tertata dengan rapi serta mengganggu akses pengguna jalan maka kita akan tertibkan,” ujarnya.
Menurut Mulyono, awalnya pedagang di Pasar Tiban PG Comal Baru hanya satu yang berjualan di tanah milik PG Comal Baru, namun sekarang menjadi belasan PKL.
Mulyono mengungkapkan berharap agar regulasi (aturan) pedagang dipertajam. “Hak dan kewajiban pedagang manakala suatu ketika lahan berubah fungsi harus diperjelas termasuk kebersihan lingkungan,” ujar Camat Ampelgading.
Kapolsek Ampelgading AKP Heryadi Noor, menghimbau kepada para pedagang kaki lima agar tetap menjaga keamanan dan ketertiban disekitar lingkungan tersebut.
“Kami ingatkan jangan sampai pedagang merambah kepada usaha yang melanggar hukum seperti menyediakan tempat prostitusi dan menjual minuman keras,” himbau Kapolsek
Heryadi mengaku akan menindak tegas apabila ada PKL yang menjual miras maupun kegiatan yang berbau portisusi. “Apabila kami melihat kegiatan yang berbau prostitusi dan miras maka kami akan tindak tegas,” lanjutnya.
Heryadi menandaskan bahwa para pedagang agar mudah diatur dan bersedia pindah jika perusahaan membutuhkan. “Yang terpenting para pedagang mudah diatur dan bersedia meninggalkan lokasi itu jika pihak PG Comal Baru selaku pemilik tanah akan menggunakan tanah tersebut,” pungkas Kapolsek Ampelgading.
Menurut salah seorang pedagang kaki lima yang tidak mau disebut namanya menuturkan bahwa yang membeli jualan mereka rata–rata pengunjung agro wisata PG Comal baru, ada juga beberapa pengguna jalan yang melintas tempat itu. (Eva Abdullah)










