Pekalongan Kota, Wartadesa. – Kenaikan harga BBM menjadi pemicu laju inflasi (proses meningkatnya harga-harga secara umum dan terus-menerus) di Kota Pekalongan pada Maret 2018. Badan Pusat Statistik mencatat, kelompok transportasi menduduki peringkat tertinggi inflasi di Kota Batik.
Data dari BPS, Kelompok makanan jadi, minuman, rokok dan tembakau mengalami inflasi sebesar 0.20 persen, kelompok perumahan, air, listrik, gas dan bahan bakar mengalami inflasi 0,15 persen. Sedang kelompok sandang (pakaian) mengalami inflasi 0.06 persen, kelompok kesehatan 0,21 persen dan kelompok transporatasi komunikasi dan jasa keuangan sebesar 0,31 persen.
Sedang kelompok bahan makanan mengalami deflasi sebesar 0,44 persen dan kelompok pendidikan rekreasi dan olahraga tidak mengalami perubahan.
Burhanudin, Kasi Statistik Distribusi BPS Kota Pekalongan mengungkapkan bahwa bulan Maret 2018 Kota Pekalongan mengalami inflasi 0,06 persen dengan Indeks Harga Konsumen atau IHK ( Indeks yang menghitung rata-rata perubahan hargadari suatu paket barang dan jasa yang dikonsumsi oleh rumah tangga dalam kurun waktu tertentu) sebesar 126,70 .
Sementara angka Year on Year dari Maret 2017 mencapai 3,62 persen dan tahun kalender dari Januari sampai Maret 2018 ini sebesar 1,11% .
Menurut Burhannudin lima komoditas utama yang memicu inflasi di Kota Pekalongan pada bulan Maret 2018 adalah harga BBM bawang merah bawang putih cabe merah dan rokok kretek filter. (Eva Abdullah)










