close
Layanan Publik

Pedagang Kakilima Pekalongan minta PPKMD dievaluasi

CREATOR: gd-jpeg v1.0 (using IJG JPEG v62), quality = 82
  • Ini tujuh point permintaan pedagang

Kota Pekalongan, Wartadesa. – Paguyuban Pedagang Kuliner Nusantara dan Aliansi PKL (Pedagang Kakilima) Kota Pekalongan menyampaikan tujuh tuntutan kepada DPRD Kota Pekalongan dalam audiensi antara para pedagang dengan Ketua DPRD, M. Azmi Basyir, Kamis (15/07).

Dalam audiensi tersebut perwakilan pedagang kakilima terdampak penerapan PPKM Darurat menyerahkan tujuh point permintaan, diantaranya.

  1. Meminta Ketua DPRD dan komisi terkait untuk mengeluarkan rekomendasi penghentian PPKM Darurat di Kota Pekalongan,
  2. Kompensasi terkait dengan kerugian yang dialami para pedagang terdampak PPKM Darurat,
  3. Kompensasi yang dimaksud berupa dana pengganti selama para pedagang tidak diperkenankan melakukan aktivitas berdagang secara normal,
  4. Meminta para pedagang dilibatkan dalam sosialisasi dan pengambilan keputusan terkait pandemi Covid-19 maupun lainnya,
  5. Menolak pemadaman lampu jalan secara bertahap/bergilir karena akan berdampak buruk bagi keamanan lingkungan,
  6. Menolak arogansi petugas gabungan saat menjalankan tugas PPKM Darurat,
  7. Meminta jawaban enam point diatas dalam batas waktu 3×24 jam. Jika tidak dikabulkan, pedagang akan melakukan aksi lebih lanjut.

Koordinator Paguyuban Pedagang Kuliner Nusantara dan Aliansi PKL (Pedagang Kakilima) Kota Pekalongan, Misbachul Fuadi dalam audiensi tersebut mengungkapkan bahwa penerapan PPKM Darurat perlu dikaji ulang pelaksanaanya di lapangan maupun arogansi aparat agar lebih persuasif.

Sementara itu, menjawab tuntutan para pedagang, Ketua DPRD, M. Azmi Basyir mengungkapkan bahwa kebijakan PPKM Darurat bersifat mendadak sehingga masih banyak kekurangan dalam pelaksanaannya dan perlu dikaji kembali.

“Kami berharap kedepan sosialisasi kebijakan seperti ini di lapangan dan penyampaian ke pedagang juga harus jelas dan rinci, supaya ada kesepahaman dari dua belah pihak,” tutur Azmi.

Azmi menambahkan, untuk pemadaman lampu pihaknya akan berkoordinasi dengan Walikota Pekalongan, Kapolres Pekalongan Kota dan Kepala Dishub Kota Pekalongan untuk menganalisa dampak pemadaman lampu jalan di beberapa titik di Kota Pekalongan. (Buono)

Terkait
Dewan tak setuju tempat ibadah ditutup selama pelaksanaan PPKM Darurat

Sragi, Wartadesa. - Sehari lepas pelaksanaan PPKM Darurat Jawa-Bali, anggota DPRD Kabupaten Pekalongan, Chandra Saputra mengkritisi kebijakan pemerintah untuk menutup Read more

Masuk Zona Merah, April-Juni 90 Jenazah Covid-19 Dimakamkan

Kajen, Wartadesa. - Kota Santri, Pekalongan sejak Jum'at (18/06) masuk zona merah Covid-19. Lonjakan kasus korona ini terjadi pada bulan Read more

RS Bendan Overload, di tempat lain tempat tidur tinggal satu atau dua

Pekalongan Kota, Wartadesa. - Lonjakan kasus Covid-19 di Kota Pekalongan membuat okupasi (ketersediaan) tempat tidur (bed) ruang perawatan tinggal satu Read more

Fasilitas umum gencar disemprot disinfektan
Wartadesa foto

Fasilitas umum gencar disemprot disinfektan Kabupaten Pekalongan - Sebagai bentuk pencegahan penyebaran Covid-19, petugas gabungan yang Read more

Tags : Pekalonganppkm darurat