close
Sosial Budaya

Pedangang kaki lima GCC Pemalang tidak jadi digusur?

gcc
Rapat pengaduan masyarakat PKL GCC dan RS Medika Pemalang bersama Komisi B DPRD dan OPD Pemkab Pemalang, Senin (02/03). Foto: Puskapik

Pemalang, Wartadesa. – Puluhan pedagang kali lima (PKL) yang berdagang di depan Gandulan Culinary Centre (GCC) dan depan RS Siaga Medika Pemalang mendapat angin segar dari Komisi B DPRD Kabupaten Pemalang yang menjanjikan akan memfasilitasi mediasi dengan Pemkab Pemalang terkait nasib mereka. Demikian terangkum dalam rapat pengaduan masyarakat  puluhan PKL dengan dewan setempat dan pihak terkait, Senin (02/03).

Sekitar 20 PKL GCC dan RS Medika mendatangi gedung dewan untuk mengadukan nasibnya ke Komisi C DPRD Kabupaten Pemalang, namun mereka tidak ditemui wakil rakyat tersebut. Hingga akhirnya perwakilan dari Komisi B yang bersedia menemui mereka.

Koordinator PKL, Sugino (54) mengatakan bahwa para PKL mengakui bahwa berjualan di bahu jalan melanggar aturan baik tata ruang ataupun tata lingkungan. Namun mereka meminta untuk difasilitasi tetap berjualan ke tempat yang layak.

Sugino mengaku selama ini para pedagang PKL beberapa kali terkena razia. “Beberapa kali kami para pedagang sudah ditegur bahkan pernah ditindak tipiring. Tetapi kami mohon agar difasilitasi agar tetap berjualan asalkan tidak jauh dari Rumah Sakit Siaga Medika,” kata Sugino.

Sementara, Rosiadi (55) warga Desa Serang yang tiap malam berjualan nasi goreng di depan Rumah Sakit Siaga Medika khawatir jika pengusiran tetap dilaksanakan.

Menjawab permasalahan para pedagang PKL tersebut, Ketua Komisi B, Fahmi Hakim berjanji akan memfasilitasi mediasi dengan Pemkab. “Nanti akan kami fasilitasi untuk mediasi dengan dinas terkait termasuk Direksi Rumah sakit Siaga media agar ikut memikirkan permasalahan ini,” ujarnya.

Menurut Fahmi, ada pemanfaatan ruang agar PKL tidak lagi berjualan di bahu jalan, di area GCC dan area di Rumah Sakit Siaga Medika. Sebab pihak rumah sakit sendiri harus menyediakan ruang melalui Corporate Social Responsibility (CSR). Agar warga sekitar termasuk penyediaan lahan untuk berjualan para PKL.

Hal yang sama juga dikatakan Asisten II Bidang Pembangunan Pemkab Pemalang, Eko Edy Priyanto, dirinya berharap berbagai pihak termasuk para PKL saling menghormati peraturan yang ada. Sebab, banyak laporan di depan GCC seringkali terjadi kecelakaan dan terkesan semrawut karen selain PKL ada juga terminal bayangan angkutan umum.

“Sambil menunggu regulasi dan penataan, pedagang yang jualan di bahu jalan agar ikut menjaga ketertiban dan keamanan,” kata Edy.

Sementara Tito Suharto, Kabid penegakan Perda Satpol PP akan menunda penindakan pada para PKL di wilayah itu sebagaimana surat peringatan yang sudah dilayangkan pada para PKL yang jatuh tempo hari ini untuk mengosongkan lahan jualan.

“Kami satpol PP tidak arogan dalam penindakan pelanggaran Perda. Bahkan kami melakukan secarai persuasif dan humanis, untuk masalah PKL di GCC dan RS Medika sementara penindakannya ditunda,” kata Tito. (Eva Abdullah/Puskapik)

Tags : GCCpemalangPKLrs medika