Batang, Wartadesa. – Hadirnya pemilik usaha bermodal besar di rest area Batang menjadikan Wakil Ketua DPRD Batang, Fauzi Fallas mengaku khawatir, jika mereka yang diberi ruang, warga lokal tidak akan mendapat peran dan peluang yang sama.
”Kami berharap, warga Batang bisa diprioritaskan untuk memiliki usaha di rest area. Pemkab harus bertindak cepat melalui komunikasi dengan PT Waskita Karya atau pemegang kebijakan terkait tol agar warga lokal diprioritaskan. Di rest area Candiareng misalnya, usahausaha diisi orang luar Batang dan pemodal besar. Mestinya itu diisi juga oleh warga Batang,” ujarnya, Senin (3/7).
Fallas menambahkan, kehadiran tol memiliki dampak signifikan bagi warga Batang yang selama ini memiliki usaha rumah makan dan usaha lain di jalur pantura. Dengan kehadiran tol, kendaraan yang biasanya melewati pantura, ke depan akan beralih ke jalur bebas hambatan tersebut.
”Harus ada langkah terobosan dan itikad dari Pemkab agar masyarakat yang selama ini mendapat nafkah dari jalur pantura tidak tutup usahanya. Sebab ada kekhawatiran yang muncul dan harus direspon secara cepat,” tuturnya. Salah satu yang bisa dilakukan Pemkab misalnya, berkoordinasi dengan PT Waskita Karya atau pihak lain terkait tol agar pedagang atau masyarakat Batang bisa menempati rest area yang dibangun di wilayah Batang.
Mereka bisa tetap membuka usaha warung makan, toko batik atau usaha jasa lain sehingga usaha tersebut tetap berlangsung dengan kehadiran tol. Fallas mengaku khawatir, karena saat ini, usaha dengan kapital besar telah hadir di rest area seperti di Candiareng. Jika hanya mereka yang diberi ruang, dikhawatirkan warga lokal tidak akan mendapat peran dan peluang yang sama. (WD, SM)










