Batang, Wartadesa. – Dua bulan terakhir, beberapa penggilingan padi (ricemill) di Batang berhenti beroperasi karena tiada pasokan kabah kering dari petani. Menurut pengusaha penggilingan padi, kondisi mereka saat ini ‘mati suri’.
“Saat ini, kondisi penggilingan padi dapat dikatakan `mati suri` karena sudah dua bulan terakhir ini tidak aktivitas produksi. Pasokan gabah kering sama sekali tidak ada,” kata pengusaha penggilingan padi, Maksum, seperti dikutip dari Antara, Senin (22/01).
Menurut Maksum, banyak pengusaha penggilingan padi yang harus tutup karena tak adanya petani yang datang menggilingkan padi. “Saat ini tidak sedikit usaha penggilingan padi yang harus tutup karena tak ada lagi petani yang datang menggilingkan gabahnya,” katanya.
Hal tersebut, masih menurut Maksum, imbas pada tiadanya petani yang datang untuk menggilingkan padi berdampak pada pengusaha.
Hal senada disampaikan oleh Sakhowi, pengusaha penggilingan padi di Batang, “Sejak dua bulan terakhir saya berhenti beroperasi berproduksi karena petani sudah tidak ada yang memiliki persediaan gabah karena gagal panen. Misal pun ada, hanya milik para warga yang masih menyimpan hasil dari mengais padi di sawah,” katanya. (Ant)










