close
Opini

PERAN MAHASISWA KEPERAWATAN DALAM MENDUKUNG SDGs KEHIDUPAN SEHAT DAN SEJAHTERA MENUJU INDONESIA EMAS 2045

WhatsApp Image 2026-09-06 at 20.09.31

Oleh: Soraya Qothrunnada

 

A. PENDAHULUAN

Indonesia Emas 2045 merupakan cita-cita besar yang ingin dicapai Indonesia saat memasuki 100 tahun kemerdekaan. Untuk mewujudkannya, Indonesia membutuhkan generasi yang tidak hanya cerdas dan memiliki kemampuan yang baik, tetapi juga sehat. Kesehatan menjadi salah satu bagian penting dalam
kehidupan karena masyarakat yang sehat dapat belajar, bekerja, dan menjalankan aktivitas sehari-hari dengan lebih baik.

Hal tersebut sesuai dengan Sustainable Development Goals (SDGs), terutama SDG 3 yaitu Kehidupan Sehat dan Sejahtera. Tujuan SDG 3 adalah menjamin kehidupan yang sehat dan meningkatkan kesejahteraan seluruh masyarakat pada semua usia. Di dalamnya terdapat berbagai target, contohnya meningkatkan kesehatan ibu dan anak, mencegah penyakit, memperhatikan kesehatan mental, memperluas akses pelayanan kesehatan, serta meningkatkan jumlah dan kualitas tenaga kesehatan.

Menjaga kesehatan juga tidak hanya dilakukan ketika seseorang sudah sakit. Pencegahan dan kesadaran masyarakat untuk menjaga kesehatan sejak dini sangat penting. Masyarakat perlu memiliki pengetahuan mengenai pola hidup sehat, pemeriksaan kesehatan, pencegahan penyakit, serta pentingnya mendapatkan informasi kesehatan dari sumber yang dapat dipercaya.

Kementerian Kesehatan juga terus memperkuat layanan kesehatan primer
dengan mengutamakan kegiatan promotif dan preventif. Kegiatan tersebut dapat berupa edukasi kesehatan, imunisasi, skrining, serta penguatan pelayanan di Puskesmas, Posyandu, dan melalui kunjungan rumah.
Dalam hal ini, mahasiswa keperawatan dapat ikut mengambil bagian. Walaupun masih dalam tahap belajar, mahasiswa keperawatan dapat mulai berkontribusi melalui edukasi, kegiatan sosial, dan pengabdian kepada masyarakat sesuai kemampuan serta arahan tenaga kesehatan.

B. PEMBAHASAN

1. Permasalahan yang Terjadi

Salah satu permasalahan kesehatan yang masih perlu diperhatikan adalah kurangnya kesadaran sebagian masyarakat dalam melakukan pencegahan penyakit. Banyak orang lebih memperhatikan kesehatan ketika sudah merasakan sakit. Padahal, menjaga kesehatan sebaiknya dilakukan sejak awal agar berbagai masalah kesehatan dapat dicegah.
Kebiasaan sehari-hari juga dapat memengaruhi kesehatan. Kurangnya aktivitas fisik, kurang memperhatikan kebersihan, pola makan yang kurang baik, serta kurangnya pemeriksaan kesehatan merupakan beberapa hal yang perlu diperhatikan. Selain itu, perkembangan media sosial membuat masyarakat semakin mudah mendapatkan informasi mengenai kesehatan. Namun, tidak semua informasi yang beredar dapat dipastikan kebenarannya.
Permasalahan tersebut menunjukkan bahwa masyarakat membutuhkan informasi kesehatan yang mudah dipahami dan berasal dari sumber yang benar. Edukasi kesehatan menjadi salah satu cara yang dapat dilakukan untuk membantu masyarakat lebih memahami pentingnya menjaga kesehatan dan mencegah penyakit.

2. Kaitan dengan SDGs

Permasalahan tersebut memiliki hubungan yang erat dengan SDG 3: Kehidupan Sehat dan Sejahtera. Untuk mencapai kehidupan yang sehat, masyarakat tidak hanya membutuhkan pengobatan ketika sakit, tetapi juga membutuhkan pengetahuan dan upaya pencegahan agar tetap sehat.

Transformasi layanan primer yang dilakukan Kementerian Kesehatan juga berfokus pada kegiatan promotif dan preventif. Kegiatan tersebut dilakukan melalui edukasi masyarakat, pencegahan penyakit, skrining, serta peningkatan pelayanan di Puskesmas, Posyandu, dan kunjungan rumah. Hal ini berkaitan dengan bidang keperawatan. Perawat tidak hanya berperan dalam merawat pasien yang sedang sakit, tetapi juga dapat terlibat dalam pendidikan kesehatan dan upaya pencegahan penyakit. Oleh karena itu, mahasiswa keperawatan perlu memahami bahwa ilmu yang dipelajari nantinya dapat digunakan untuk membantu meningkatkan kesehatan masyarakat.

3. Alasan Permasalahan Harus Diselesaikan

Masalah kesehatan perlu diperhatikan sejak sekarang karena kesehatan masyarakat akan berpengaruh terhadap kualitas sumber daya manusia di masa depan. Masyarakat yang memiliki pengetahuan dan kesadaran kesehatan yang baik akan lebih mampu menjaga dirinya sendiri serta mencegah berbagai masalah kesehatan.

Hal tersebut penting dalam mempersiapkan Indonesia menuju Indonesia Emas 2045. Penguatan layanan kesehatan primer menjadi salah satu bagian dari upaya menciptakan masyarakat yang lebih sehat. Pendekatan yang dilakukan tidak hanya berfokus pada pengobatan, tetapi juga menjaga masyarakat agar tetap sehat melalui kegiatan promotif dan preventif. Oleh karena itu, meningkatkan kesadaran masyarakat mengenai kesehatan merupakan tanggung jawab bersama. Pemerintah, tenaga kesehatan, lembaga pendidikan, mahasiswa, dan masyarakat perlu bekerja sama untuk
mewujudkannya.

4. Peran Mahasiswa Keperawatan

Mahasiswa keperawatan dapat mengambil peran melalui berbagai kegiatan sederhana yang tetap memberikan manfaat. Salah satunya adalah memberikan edukasi kesehatan kepada orang-orang di sekitar. Edukasi dapat membahas kebersihan diri, pola hidup sehat, pencegahan penyakit, pentingnya pemeriksaan kesehatan, serta cara mendapatkan informasi kesehatan yang benar.

Mahasiswa juga dapat ikut dalam kegiatan pengabdian kepada masyarakat, seperti membantu memberikan edukasi di lingkungan sekitar, sekolah, Posyandu, atau kegiatan kesehatan lainnya dengan pendampingan dan arahan tenaga kesehatan. Selain itu, mahasiswa dapat memanfaatkan media sosial untuk menyebarkan informasi kesehatan yang benar dan mudah dipahami. Contohnya dengan membuat poster, video pendek, atau infografis. Sebelum dibagikan, informasi tersebut perlu diperiksa terlebih dahulu agar berasal dari sumber yang dapat dipercaya.

C. GAGASAN/AKSI MAHASISWA

Salah satu gagasan yang dapat dilakukan mahasiswa keperawatan adalah
membuat kegiatan “Mahasiswa Keperawatan Peduli Kesehatan” . Kegiatan ini dapat dilakukan secara sederhana di lingkungan kampus maupun masyarakat.

Dalam kegiatan tersebut, mahasiswa dapat memberikan edukasi kesehatan dengan bahasa yang mudah dimengerti. Materinya dapat disesuaikan dengan kebutuhan masyarakat, seperti pola hidup sehat, kebersihan diri, pencegahan penyakit, pentingnya pemeriksaan kesehatan, dan cara memilih informasi kesehatan yang benar.

Selain kegiatan secara langsung, mahasiswa juga dapat membuat konten edukasi melalui media sosial. Contohnya berupa video singkat mengenai kebiasaan hidup sehat atau poster tentang pentingnya menjaga kesehatan.
Mahasiswa juga dapat ikut membantu kegiatan Posyandu atau kegiatan kesehatan masyarakat lainnya. Melalui kegiatan tersebut, mahasiswa dapat menambah pengalaman sekaligus membantu meningkatkan pengetahuan masyarakat mengenai kesehatan.

D. PENUTUP

SDG 3 tentang Kehidupan Sehat dan Sejahtera merupakan salah satu tujuan penting dalam mendukung terwujudnya Indonesia Emas 2045. Masyarakat yang sehat merupakan salah satu modal utama untuk menciptakan sumber dayamanusia yang berkualitas dan produktif.

Mahasiswa keperawatan sebagai calon tenaga kesehatan memiliki kesempatan untuk ikut berkontribusi dalam mewujudkan tujuan tersebut. Kontribusi tidak harus selalu dimulai dari sesuatu yang besar. Memberikan edukasi kesehatan, menyebarkan informasi yang benar, membiasakan diri menjaga kesehatan, dan ikut dalam kegiatan masyarakat merupakan beberapa langkah yang dapat
dilakukan.

Oleh karena itu, mahasiswa dan generasi muda perlu mulai peduli terhadap kesehatan diri sendiri maupun lingkungan sekitar. Indonesia Emas 2045 tidak hanya membutuhkan generasi yang cerdas, tetapi juga generasi yang sehat.

E. REFERENSI

Bappenas. (2023). Peta Jalan SDGs Indonesia 2023–2030. Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. (2023). Transformasi Layanan Primer
Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. (2024). Transformasi Layanan Primer Difokuskan Jaga Masyarakat Tetap Sehat.
Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. (2024). Revitalisasi Pedoman Kerja Puskesmas.

 

Penulis adalah Mahasiswa S1 Keperawatan Fakultas IlmubKesehatan UMPP

 

Terkait
Seleksi kades memihak bakal calon dari kalangan birokrat

Kabupaten Pekalongan kembali akan memasuki musim Pemilihan Kepala Desa (Pilkades). Sebagai payung hukum, Pilkades serentak tahun ini tetap memakai Peraturan Read more

Mengusung pemimpin warga, perlukah?

Pertarungan dalam Pemilihan Umum Kepala Daerah (Pemilukada) Kabupaten Pekalongan 2020, diperkirakan dipenuhi dengan 3L, alias Lu lagi, Lu lagi, Lu Read more

Ironi Batik Pekalongan: Produk asli yang dibenci masyarakat Pekalongan sendiri

Oleh: Muhammad Arsyad, mahasiswa  IAIN Pekalongan Menjamurnya industri batik pekalongan, membuat derasnya limbah yang terbuang ke sungai. Alhasil, sungai di Read more

Janji Bupati bukan janji Joni dalam cerita komedi

Penulis : Cholis Setiawan Pilkades telah usai, tetapi masih menyisakan persoalan yang cukup pelik dan berpotensi kisruh jelang pelantikan, hal Read more

Wartawan Warta Desa dilarang menerima suap atau sogokan dalam bentuk apapun, termasuk uang, barang, atau fasilitas, yang dapat mempengaruhi independensi pemberitaan. Jika menemukan hal tersebut, mohon difoto dan dilaporkan kepada redaksi dan pihak kepolisian

Tags : peran mahasiswaumpp