close
Dana DesaHukum & Kriminal

PPDRI Kabupaten Batang cabut aduan pencemaran nama baik perangkat Timbang

cabut perkara
Sumber Foto: Antara Jateng

Batang, Wartadesa. –  Persatuan Perangkat Desa Republik Indonesia (PPDRI) Kabupaten Batang mencabut  aduan kasus pencemaran nama baik terhadap perangkat Desa Timbang, Kecamatan Banyuputih terkait unggahan media sosial oleh Eko Eryanto (28) alias Arjuna Pantura melalui media sosial, Selasa kemarin.

Karnoto, Ketua PPDRI Kabupaten Batang mengungkapkan bahwa kasus pencemaran nama baik yang disebarkan melalui akun Facebook milik Eko Eryanto ini terkait dengan adanya penyaluran bantuan langsung tunai (BLT) yang dibagikan kepada warga setempat.

“Para perangkat desa sampai lembur dan tidak menerima THR untuk melakukan pendataan (warga yang akan menerima BLT, red.) dan pencairan. Namun, malah kami mendapat hujatan sehingga para perangkat tidak menerima dan merasa terhina sehingga (kasus itu) dilaporkan ke kepolisian,” kata Karnoto dilansir dari Antara Jateng.

Setelah dilaporkan kepada pihak kepolisian, Eko Eryanto meminta maaf kepada para perangkat desa. Menurut Karnoto, pertimbangan setelah Eko Eryanto meminta maaf dan mengaku bersalah, pihaknya memaafkan terlapor.

Menurut Karnoto, kasus tersebut merupakan wahana pembelajaran bagi warga agar cerdas saat bermedia sosial.  “Ada aturan main dalam Undang-Undang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE) untuk menyampaikan (pendapatnya melalui medsos, red.) dengan tidak seenaknya sendiri seperti menghujat, menghina, maupun memfitnah orang, jelas ada sanksinya,” katanya.

Karnoto menambahkan bahwa perangkat desa hanya pelaksana tugas, sedang kuasa pengguna anggaran berada di kepala desa. Sehingga perangkat desa tidak mempunyai kewenangan memotong sepeserpun dana bantuan langsun tunai (BLT). “Oleh karena itu, kami tidak ada kewenangan untuk memotong sepeser pun dana bantuan langsung tunai itu. Jadi, jika memang ada keruwetan data penerima BLT, akan menjadi evaluasi kami untuk diperbaiki,” katanya.

Kuasa hukum terlapor Eko Yustitianto mengatakan bahwa sebelumnya terlapor Eko Eryanto sudah menyampaikan permintaan maaf terhadap perangkat Desa Timbang bersama PPDRI yang saat itu disaksikan oleh Wakil Bupati Batang.

“Terlapor Eko Eryanto sudah meminta maaf dan (PPDRI, red.) setuju yang saat itu difasilitasi oleh Wabup Batang. Namun, karena muaranya (kasus) sudah ada di sini (Polres Batang, red.), pencabutan laporan dan pernyataan permohonan maaf tertulis dilakukan dihadapan polisi,” kata Eko Yustitianto.

Kepala Satuan Reserse dan Kriminal Polres Batang AKP Budi Santosa mengatakan bahwa pihaknya hanya sebatas menerima dan melayani aduan dari PPDRI. “Namun, karena kedua belah pihak sudah memilih menempuh jalur kekeluargaan, berkas aduan tidak kami lanjutkan,” katanya. (Sumber: Antara Jateng)

Terkait
Tuntut kenaikan siltap, PPDRI Pemalang geruduk kantor dewan

Pemalang, WartaDesa. - Kantor DPRD Kabupaten Pemalang digeruduk massa dari Persatuan Perangkat Desa Republik Indonesia (PPDRI), Rabu (16/09) kemarin. Kedatangan Read more

BLT Dana Desa Pagumenganmas dibagikan Rp 300 ribu

Penerima manfaat membludak Karangdadap, Wartadesa. - Pembagian Bantuan Langsung Tunai (BLT) Dana Desa Pagumenganmas, Kecamatan Karangdadap, Kabupaten Pekalongan disalurkan hari Read more

Data bansos bermasalah? Ketua Kadin Kota Pekalongan dapat BLT

Pekalongan Kota, Wartadesa. - Data penerima bantuan sosial di Kota Pekalongan masih saja bermasalah. Pasalnya Ketua Kadin Kota Pekalongan yang Read more

Butuh waktu, pencairan BLT DD di Batang tertunda

Batang, Wartadesa. - Proses pencairan Dana Desa yang akan digunakan untuk Bantuan Langsung Tunai (BLT) di Batang, dari Rekening Kas Read more

Tags : Batangbltppdri