close
EkonomiSosial Budaya

Rindu Sumilir sajikan jajan tradisional khas Pekalongan dengan mata uang kayu

koin rindu semilir

Kajen, Wartadesa. – Bagi Warga Kajen dan sekitarnya, saat ini sudah bisa menikmati aneka jajanan tradisional dengan suasana hutan kota yang sejuk oleh semilirnya angin. Pusat kuliner tempo dulu yang menyajikan makanan khas tempo dulu berada di kawasan hutan kota Rinjani, kompleks Alun-Alun Utara Kajen, ibu kota Kabupaten Pekalongan, Jawa Tengah.

Bupati Pekalongan Asip Kholbihi mengatakan bahwa pusat kuliner jajan tradisional ini akan dinamai Rindu Semilir (Rindu Hawa Sejuk) karena lokasinya cukup sejuk dan teduh. “Kami mengajak semua orang datang ke pasar kuliner tradisional ini. Nantinya di situ (pusat kuliner) akan disajikan kuliner seperti gethuk, jamu, singkong, dan gebral,” katanya di Kajen,  kemarin.

Asip mengatakan rintisan pusat kuliner tersebut sebagai upaya pemkab dalam memperdayakan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) dan mengangkat perekonomian masyarakat. Para pedagang pasar kuliner, kata dia, akan dikelola oleh pedagang lokal yang berasal dari wilayah Kecamatan Kajen, Bojong, dan Karanganyar.

“Adapun, alat alat yang dipakai nanti akan ramah lingkungan dengan meminimalkan sampah plastik dan memaksimalkan berbahan dari alam seperti dedaunan, bambu hingga tembikar” lanjut Asip.

Orang nomor satu di Kota Santri tersebut  mengajak semua orang untuk datang ke pasar kuliner Rindu Semilir untuk menikmati kuliner seperti gethuk, jamu, singkong, gebral serta makanan khas lainnya, dengan peralatan yang ramah lingkungan.

“Alat alat yang dipakai nanti ramah lingkungan dengan meminimalkan sampah plastik dan memaksimalkan berbahan dari alam seperti dedaunan, bambu hingga tembikar,” tutur Asip.

Menurut dia, untuk transaksi atau membeli makanan khas jawa ini, akan menggunakan alat tukar berupa potongan kayu berbentuk koin yang telah diberi tanda sebagai pengganti mata uang. “Koin tersebut akan ditukar sebagai pengganti mata uang. Kepada para pedagang diminta supaya produk makanan dapat di amati, tiru, dan modifikasi (ATM) sehingga lebih menarik,” katanya.

Sosialisasi pasar kuliner Rindu Semilir dilakukan hari ini, Selasa (26/03) pukul 13.00 WIB dengan mengajak ASN sebagai ujicoba sebelum diterapkan kepada masyarakat. (WD)

Tags : hutan kotajajanan tradisionalKajenPekalonganrindu semilir